Strategi Marketing Bisnis Minuman Rempah yang Bisa Kamu Tiru ala Founder Sepoci

Ilustrasi jamu (Foto Pixabay.com)


Hujan hujan gini enaknya mah minum jamu biar enggak cuman ngagetin badan doang tapi juga bisa ningkatin imunitas tubuh. Tapi, jamu kan minuman orang tua, favorit nenekku tuh.

Eh, kata siapa, sekarang jamu udah naik kelas jadi minuman kekinian yang disukai kaum muda lho. Bahkan sampai ada event party jamu atau open table jamu segala.

Aha, daripada cuman diminum seteguk dua teguk doang, mendingan sekalian dibisnisin oke enggak sih? Secara, Indonesia kan negeri kaya rempah ya, ada kayu secang, kunyit asam, asam gelugur, cengkeh, dan lain-lain. Sembari melestarikan budaya leluhur juga ngasih edukasi ke masyarakat. Ah mantap kali idenya.  
 

Jamu yang dihidangkan mewah. Sumber : Dokumentasi Pribadi


Agnes Sukenty Niken, owner salah satu brand jamu kekinian di bilangan Condet, Sepoci dalam sesi bersama Bisnis Muda Youngpreneur Talk bilang bahwa berbisnis dalam tipe blue ocean ini sangat menarik karena belum banyak yang eksplor.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Bisnis Anti Mainstream yang Bisa Kamu Coba di 2026
 

Strategi Marketing Bisnis Minuman Rempah yang Bisa Kamu Tiru ala Founder Sepoci

Nah, buat kamu yang pengen terjun ke bisnis jejamuan kekinian, peluang terbuka lebar nih. Mbak Niken, panggilan akrab beliau, kasih tips strategi marketing biar bisnis kalian bisa cuan nih, kuy ikutin 



1. Buat Konsep Usaha dan Target 

Gali konsep seperti apa yang akan diusung, terus sesuaiin deh gaya bahasa dan tonenya sama target marketmu. Kalian yang demen K-Pop pasti tahu Carmen Hearts2Hearts si idol asal Indonesia?

Coba perhatiin deh gaya dia pas nyapa fans, update status Weverse sampai sesi interaksi sama penonton abis perform yang nyablak, apa adanya sekaligus kocak tapi bikin fans makin ketagihan. Nah sama kayak bisnismu.

Biar lebih nyantol dan melekat di hati pelanggan, pahami dulu tujuan bisnismu terus gali apa konsep yang akan diusung dan siapa target marketmu.

Misalnya kayak Sepoci yang tujuannya memperkenalkan budaya minum jamu dengan target marketnya anak muda juga keluarga muda (mayoritas gen z), jadi buat konten dan materi promosi dibuat dengan bahasa santai, lucu nan gaul bisa ditambah meme, istilah nyeleneh atau sound yang lagi viral. 


2. Rajin Bikin Event Unik

Pasti pernah denger istilah ‘Jakarta kota sibuk’ atau ‘Jakarta enggak pernah tidur’ kan? Yes, kehidupan di kota metropolitan kayak Jakarta enggak berhenti meski hari kerja off.

Selama weekend, pasti ada aja event yang berlangsung entah itu event olahraga, seni, kuliner, komunitas hobi, dan lain-lain.

Nah, biar produkmu makin dikenal luas, ayo buat orang makin penasaran dengan ngerancang event unik kayak Sepoci yang ngadain workshop pembuatan jamu.

Kamu bisa juga lho jalin kolaborasi sama UMKM atau instansi lainnya buat bikin special campaign sekaligus bazaar produkmu.