Beli Sepatu Olahraga Setelah Memahami Tubuh Sendiri!

Sepatu olahraga (Sumber: Freepik)


Awalnya saya pikir semua sepatu olahraga itu sama saja.

Yang penting desainnya bagus, warnanya cocok dipakai outfit olahraga, dan nyaman dipandang saat dipakai ke gym atau jogging pagi.

Bahkan kadang keputusan membeli sepatu hanya karena sedang diskon atau ramai dipakai influencer di media sosial. 

Sampai akhirnya saya sadar, ternyata kaki juga punya “karakter” sendiri, termasuk kaki saya.  Ada orang yang bisa memakai sepatu apa saja lalu tetap nyaman berlari beberapa kilometer.

Tapi ada juga yang baru dipakai jalan sebentar sudah terasa pegal di telapak kaki, lutut mulai sakit, atau tumit terasa nyeri setelah olahraga.


Masalahnya sering bukan karena orangnya tidak kuat olahraga, melainkan karena sepatunya tidak cocok dengan kondisi kaki.

Saya mulai memahami hal ini ketika melihat beberapa teman punya pengalaman berbeda meski memakai sepatu olahraga yang sama.

Ada yang merasa empuk dan nyaman, ada juga yang merasa kakinya cepat lelah.

Ternyata bentuk telapak kaki setiap orang berbeda. Ada yang telapak kakinya cenderung datar atau flat feet.

Biasanya tipe kaki seperti ini membutuhkan sepatu dengan support lebih stabil agar kaki tidak terlalu masuk ke dalam saat berjalan atau berlari.

Ada juga yang memiliki lengkungan kaki tinggi atau high arch.

Tipe kaki seperti ini justru lebih nyaman memakai sepatu dengan cushion empuk karena tekanan tubuh lebih banyak bertumpu di tumit dan bagian depan kaki.

Sementara sebagian orang memiliki bentuk kaki yang cukup netral sehingga lebih fleksibel memilih berbagai jenis sepatu olahraga.

Dari situ saya mulai sadar bahwa membeli sepatu olahraga seharusnya bukan hanya soal model atau brand, tapi soal bagaimana sepatu membantu tubuh bergerak lebih nyaman.

Hal lain yang sering dilupakan adalah jenis olahraganya.

Sepatu lari dibuat untuk menerima benturan berulang saat kaki menghantam permukaan jalan.

Karena itu biasanya lebih ringan dan memiliki bantalan lebih empuk.

Sedangkan sepatu gym justru dibuat lebih stabil dengan sol yang cenderung datar.

Tujuannya agar tubuh tetap seimbang saat melakukan squat, deadlift, atau latihan beban lainnya.

Begitu juga olahraga seperti badminton, basket, atau tenis yang membutuhkan grip kuat dan support saat bergerak cepat ke samping.
 

Tips Memilih Sepatu Olahraga yang Bisa Kamu Pertimbangkan

Karena itu, beberapa tips memilih sepatu yang bisa saya bagikan adalah:


1. Jangan Memilih Ukuran Terlalu Pas

Banyak orang membeli sepatu olahraga terlalu sempit karena ingin terlihat fit. Padahal saat olahraga, kaki bisa sedikit membesar akibat tekanan dan aliran darah.

Idealnya, ada jarak sekitar setengah hingga satu jari di bagian depan sepatu, jari kaki tetap bisa bergerak nyaman, tidak menekan sisi kaki. 
 

2. Coba Sepatu di Sore atau Malam Hari


Ukuran kaki biasanya sedikit membesar setelah beraktivitas seharian.

Karena itu, mencoba sepatu di sore atau malam hari sering memberikan ukuran yang lebih akurat dibanding pagi hari.