Diet IU Tidak untuk Semua Orang, 6 Cara Menurunkan Kalori yang Lebih Sehat

Ada cara menurunkan kalori yang lebih sehat, termasuk timing makan [Freepik]


Dalam industri hiburan Korea Selatan, tubuh bukan sekadar identitas biologis. Nominal berat badan ibarat kapital visual yang menentukan nilai jual seorang idol.

Karena standar kecantikan yang mengagungkan tubuh ramping inilah mendorong praktik diet ekstrem. Salah satunya Very Low Calorie Diet (VLCD), pola makan dengan asupan ≤800 kalori per hari.

Lee Ji-eun atau yang dikenal dengan nama panggung IU menjadi salah satu aktris yang menerapkan diet ketat ini. Ia hanya makan 1 apel di pagi hari, 1-2 ubi untuk makan siang, dan protein shake sebagai penutup hari. Dengan teknik ini, total kalori hanya sekitar 700 kcal/hari.

IU mengklaim gaya dietnya ini disebut ampuh menurunkan berat badan hingga 5 kilogram dalam satu minggu. Namun, diet ini tidak boleh dilakukan dalam jangka waktu yang lama, hanya 5 hari saja.

IU hanya menjalaninya ketika ada perform atau comeback yang mengharuskannya tampil langsing. Saat ini, berat badan IU berkisar 44-45 kilogram saja.


Adakah Cara Menurunkan Kalori yang Lebih Sehat?

Merujuk menu makan dan kalori yang ditargetkan jelas bertentangan dengan asupan kalori yang seharusnya. Angka Kecukupan Gizi Kemenkes RI menyebut rata-rata kebutuhan kalori harian orang dewasa adalah 1.600–2.000 kcal untuk wanita dewasa dan 2.000–2.500 kcal untuk pria.


Angka ini tentu variatif bergantung usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik harian. Dalam konteks IU, penyanyi 33 tahun ini mengimbangi dietnya dengan olahraga intens selama menjalani program diet.

Namun, diet ini bukan untuk semua orang. Dalam satu kesempatan, IU mengakui kerap merasa tidak enak badan saat menjalaninya. Ia bahkan tidak lagi merekomendasikan pola diet seperti ini.

Kembali pada judul, ada cara memangkas kalori yang lebih realistis dan pastinya tidak mengorbankan kesehatan:

1. Lakukan Defisit Kalori Kecil

Daripada langsung babat, lakukan pemangkasan kalori tahap kecil semisal target 300–500 kcal/hari dari kebutuhanmu. Penelitian menunjukkan tubuh memiliki mekanisme adaptasi metabolik saat defisit terlalu besar. Tubuh yang 'kaget' dapst mengakibatkan metabolisme melambat dan diet justru gagal.

Caranya ikuti kebiasaan makan harianmu. Misalnya minum 1 minuman manis saja per hari. Pangkas porsi karbohidrat 20–30%. Kalau biasanya makan serba digoreng, alihkan dengan dipanggang atau direbus.


2. Buat Plan Piring “Anti Lapar”

Alih-alih makan sedikit atau malah nggak makan seharian, rancang komposisi cerdas:
  • Protein: 25–30% (ayam, ikan, telur, tempe)
  • Sayur: 40–50% (tinggi serat)
  • Karbo: 20–30% (nasi, kentang, oat)
Dengan begini tubuh bakal kenyang lebih lama. Kalori otomatis lebih rendah tanpa harus merasa tersiksa.


3. Terapkan Jam Makan Sehat

Yuk mulai mengikuti chrononutrition alias jam makan mengikuti biologis tubuh. Jam makan yang direkomendasikan adalah:
  • Pagi: 07.00–09.00
  • Siang: 12.00–13.30
  • Malam: 18.00–19.30
Sebagai opsi, kamu bisa melakukan puasa makan malam alami selama 12 jam (misal 08.00–20.00). Sebisa mungkin perbesar porsi siang hari karena tubuh lebih optimal membakar kalori di siang hari. Hindari makan malam terlalu larut karena dapat mengganggu metabolisme & penyimpanan lemak.