Belajar dari Praba Living, Ini 4 Pola Kolaborasi Bisnis Furniture yang Bisa Kamu Tiru!

ilustrasi produk furniture karya praba (sumber : instagram praba living)


Kolaborasi ternyata menjadi salah satu kunci Praba Living dalam mengembangkan bisnis. Dengan kolaborasi di berbagai aspek, bisnis furniturenya bisa berkembang pesat bahkan dalam waktu yang relatif tak begitu lama.

Hal itu diceritakan Founder Praba Living, Anisa Sirman dan Dinda Muchtar dalam sesi Youngpreneur Talk beberapa waktu lalu. Anisa menuturkan, ia banyak memanfaatkan komuitas dan pertemanan dalam pengembangan bisnis yang dirintis sejak 2025 itu.

Menurutnya, komunitas dan pertemanan jadi wadah penting dalam bisnis. Baik untuk keperluan pemasaran ataupun dalam hal riset pasar.

Ternayata banyak pola kolaborasi yang bisa dilakukan saat menjalani bisnis furniture. Nah dalam kesempatan tulisan kali ini akan membahas sejumlah pola itu.

 

4 Pola Kolaborasi Bisnis Furniture

Pola kolaborasi dalam bisnis furniture ternyata tidak hanya satu jenis. Ada beberapa yang bisa kamu lakuan untuk melejitkan usahamu.


1. Pengusaha x Perajin Lokal

Pola yang pertama ini kaitanya dengan kolaborasi dalam hal produksi. Artinya pemilih usaha bidang furniture menggandeng tangan-tangan terampil perajin lokal.


Para perajin lokal ini punya keterampilan dalam produksi. Mereka cukup piawai dalam menyulap bahan baku menjadi produk-produk berkualitas. Tapi kadang mereka terbatas dalam hal modal maupun pemasaran produk.

Lalu datanglah pengusaha yang siap modal dan merek. Nah, pengusaha ini bisa menggandeng para perajin lokal untuk membuat produk-produknya.

Pengusaha tinggal menyodorkan konsep dan desain. Lalu para perajin lokallah yang memproduksinya. Misal memberdayakan para perajin kayu jati Jepara.

Dengan kolaborasi ini kamu bisa menjaga kualitas produk. Karena tangan-tangan perajin lokal sudah cukup terampil.
 

2. Bisnis x Desainer Interior

Pola berikutnya adalah kolaborasi dalam bentuk estetika. Ceritanya seorang produsen furniture bekerjasama dengan arsitek atau desainer interior.

Arsitek atau desainer interior ini biasanya lebih kaya dengan ide. Sehingga produk yang dihasilkan akan lebih modern atau mengikuti tren kekinian. Ini bisa jadi keunggulan tersendiri dalam produkmu.
 

3. Brand Furniture x Conten Creator

Nah kalau yang satu ini kolaborasinya dalam bentuk pemasaran. Caranya adalah, seorang pemilik brand furniture menggandeng konten creator atau influencer.

Para content creator atau influencer ini biasanya lebih piawai dalam menarik atensi masyarakat. Itu bisa dimulai dari hal terkecil dalam kepentingan visual produk. Misalnya dalam penataan visual produk atau foto produk.

Dengan tampilan yang lebih menarik, tentu akan lebih meningkatkan kepercayaan konsumen. Kolaborasi juga bisa dilanjutkan dalam kerjasama pemasaran.

Sekarang era digital. Influencer ini kaya dengan pengikut di media sosial. Nah dengan memajang produkmu di akun mereka, maka produkmu akan makin dikenal.