Apa Pentingnya Pembayaran Digital Bagi Petani Kakao?

Cocoa Farmer Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Ketersediaan layanan pembayaran digital para petani kakao dinilai pemerintah mampu memberikan nilai surplus dari perekonomian digital yang saat ini berkembang.

Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Muzdalifah Machmud, mengungkapkan bahwa pemerintah mendukung usulan tersebut dengan memiliki strategi nasional digital selama pandemi untuk menciptakan ekuitas perekonomian dan meningkatkan inklusivitas sistem keuangan.

Menurutnya, petani yang didukung dalam membangun kepercayaan dan keamanan dalam penggunaan sistem pembayaran digital, maka mereka pasti akan memperoleh dari era perekonomian yang sedang berkembang dengan pesat ini.

Masyarakat Indonesia yang hidup di daerah pedesaan sebagian besar juga belum memperoleh layanan keuangan yang memadai. Kelompok tersebut terdiri dari sekitar 2,19 juta rumah tangga petani kakao, dan juga sekitar 21.000 pekerja di sektor pertanian.

Sementara itu, Isvary Sivalingam selaku Direktur Better Than Cash Alliance mengatakan bahwa perekonomian di Indonesia telah memperlihatkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Mereka berharap para petani kakao yang berperan serta dalam sektor ini dalam memperoleh manfaat dari pertumbuhan itu sendiri terbantu dengan sistem pembayaran digital.


Ia juga mengatakan dengan adanya dukungan peningkatan produktivitas dan upaya memperbaiki taraf hidup petani, sistem pembayaran digital ini akan memberikan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dan mempromosikan pertumbuhan yang inklusif.

Ia berharap percepatan pembangunan akses keuangan daerah melalui digitalisasi mampu menginisiasi sumber daya yang fokus pada tantangan teknis khusus di wilayah pengembangan tanaman kakao.

Selain itu, bagi sektor kakao dan petani kakao yang membutuhkan pengembangan paket produk keuangan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka adanya layanan pembayaran digital akan mampu menciptakan nilai tambah.

Wahyu Wibowo selaku Direktur Eksekutif Cocoa Sustainability Partnership mengatakan untuk mencapai keberhasilan perjalanan digitalisasi di Indonesia dibutuhkan kerja sama dan komunikasi.

Ia menambahkan dengan upaya kolaborasi yang semakin banyak yang didasari oleh proses perubahan ke sistem pembayaran digital maka semakin inklusif pula inisiatif-inisiatif yang ada. Penerapannya pun akan lebih cepat dalam mendukung pembentukan lingkungan yang lebih baik.

Proses pengalihan ke sistem pembayaran digital yang bertanggung jawab di sektor kakao di daerah terpencil Sulawesi mencakup lebih dari 70 persen produksi kakao Indonesia. Upaya penelitian dan kajian ini ditujukan untuk mendukung proses tersebut yang berfokus pada identifikasi upaya-upaya penting dalam penanganan tantangan di sisi permintaan dan pasokan akan dilaksanakan oleh Better than Cash Alliance.