#BuyOrBye: Reksa Dana Pasar Uang vs Pendapatan Tetap, Mana yang Lebih Prospektif?

Reksa Dana Illustration Web Bisnis Muda - MaxFund

Reksa Dana Illustration Web Bisnis Muda - MaxFund

Siapa di sini yang berinvestasi di reksa dana? Nah, bagi kamu yang punya planning investasi jangka pendek hingga menengah, kamu bisa memilih reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.

Tapi, kamu tau nggak sih apa bedanya reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap, dan gimana prospeknya? Kalau belum tau, yuk kita bahas bersama biar makin cuan!
 

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang sendiri merupakan reksa dana yang melakukan investasi pada pasar uang. Waktu jatuh tempo dari investasi reksa dana pasar uang ini kurang dari satu tahun.

Instrumen investasinya dapat berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), hingga Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Tujuan dari reksa dana pasar uang ini adalah menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal, dan memiliki risiko yang paling rendah dibandingkan jenis lain.

Nah Be-emers, menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Februari 2021 lalu, dana kelolaan reksa dana pasar uang terkoreksi 0,73 persen YtD menjadi Rp 93,8 triliun.

Sementara itu, jika dilihat secara tahunan (YoY), dana kelolaannya di bulan Februari meningkat 23 persen, lho. Namun, jika dilihat secara bulanan (MoM), reksa dana pasar uang tercatat minus 8 persen.

Walaupun suku bunga deposito terus turun karena imbas suku bunga BI7DRR, dana kelola reksa dana pasar uang diperkirakan akan terus tumbuh tahun 2021 ini. Hal tersebut disebabkan para investor yang mencari risiko invest asi paling rendah dan aman pada reksa dana pasar uang di masa pandemi ini.

Menurut Antony Dirga selaku Direktur Utama Trimegah Asset Management, kinerja rata-rata reksa dana pasar uang selama tahun berjalan ada di kisaran 2 persen, lebih tinggi dari kinerja reksa dana pendapatan tetap.

Diperkirakan pada semester II/2021, kinerja reksa dana pasar uang akan terus stabil, Be-emers, meskipun running rate-nya lebih rendah dibandingkan semester sebelumnya.
 

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Jenis reksa dana yang satu ini menginvestasikan minimal 80 persen dari aktivanya (dana mayoritas), pada bentuk efek utang ataupun obligasi, yang akan dibantu oleh manajer investasi.

Reksa dana pendapatan tetap yang satu ini memiliki risiko yang relatif lebih tinggi daripada reksa dana pasar uang karena memiliki pergerakan yang lebih fluktuatif. Nah, reksa dana ini cocok bagi kamu yang memiliki profil risiko menengah dan jangka waktu investasi yang juga tidak terlalu singkat, seperti 3 sampai 5 tahun.

Untuk reksa dana pendapatan tetap sendiri mengalami pertumbuhan sepanjang tahun berjalan YtD sebesar 1,11 persen. Dana kelolaannya di bulan Februari 2011 tercatat ada sebesar Rp 142,5 triliun, yang pada bulan sebelumnya hanya mencapai Rp 139,6 triliun.

Jika dilihat secara bulanan (MoM), dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap meningkat 2 persen, begitu juga secara tahunan (YoY) yang tumbuh 16 persen.

Meningkatnya dana kelolaan disebabkan adanya pertumbuhan unit penyertaan reksa dana pendapatan tetap. Namun, meskipun menguat, diperkirakan kenaikan NAB (nilai aktiva bersih) nya cenderung terbatas.

Kok bisa, sih? Nah, hal tersebut disebabkan oleh tren kenaikan imbal hasil yang melemahkan kinerja obligasi, Be-emers, khususnya pada obligasi pemerintah. Namun, sama seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap yang satu ini juga potensial untuk tumbuh, kok!

Nah, Be-emers, dari penjelasan di atas, kira-kira, yang mana yang akan kamu pilih?
Pertanyaan 1 dari 1

#BuyOrBye: Reksa Dana Pasar Uang vs Pendapatan Tetap, Mana yang Lebih Prospektif?