#BuyOrBye: Melirik Kinerja Saham Big Caps Grup Salim, Kamu Tim Mana Nih?

Buy or Bye Emiten Big Caps Grup Salim Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Buy or Bye Emiten Big Caps Grup Salim Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Hampir semua emiten di bawah naungan Grup Salim berhasil mencetak kinerja yang cemerlang di semester I/2021 nih, Be-emers. Dari sembilan emitennya, hanya empat yang eksis di jajaran saham Big Caps alias saham dengan kapitalisasi besar.

Seperti yang diketahui dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Juni 2021, emiten Grup Salim yang masuk jajaran 50 saham Big Caps antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA), dan PT Indoritel makmur Internasional Tbk. (DNET).

Meski kini enggak ada yang masuk deretan 10 besar di antara genk Big Caps, tapi emiten Grup Salim masih bertahan dengan kinerjanya yang cukup cemerlang. Yah, meskipun kenyataannya ICBP jadi satu-satunya emiten yang labanya turun di semester I/2021 nih.

 

Laba Dobel Digit INDF

Sepanjang paruh pertama 2021, INDF patut bersenang ria nih. Pasalnya, emiten konsumer Grup Salim itu baru saja mencetak kenaikan pendapatan dan laba hingga dobel digit lho!

Bayangin, dari laporan keuangannya hingga 30 Juni 2021, pendapatan INDF tercatat mencapai Rp47,29 triliun. Pendapatan itu naik lebih dari 20 persen dibanding periode yang sama di tahun 2020, yakni sebesar Rp39,38 triliun.

Net profit alias laba bersih INDF juga meningkat hingga lebih dari 20 persen di paruh pertama 2021. Diketahui, laba bersih INDF di semester Rp3,43 triliun, sedangkan di periode yang sama di tahun sebelumnya hanya mencapai Rp2,84 triliun.

Dikutip dari laman Bisnis, CEO Indofood Sukses Makmur Anthoni Salim pun mengakui bahwa perusahaan yang dipimpinnya mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Kinerja yang dicetak pun cukup konsisten.

Dari data RTI Business, saham INDF bergerak lumayan fluktuatif nih. Secara year to date (tahun berjalan) saham INDF masih bergerak -8,39 persen, meski selama sebulan terakhir saham INDF masih menguat 2,45 persen.

 

Kinerja Meroket DNET Didukung Indomaret

Dari sektor lain, ada PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) yang juga mencatatkan pertumbuhan kinerja nih, Be-emers. Bahkan, Bisnis.com mencatat, pertumbuhan kinerja DNET didukung sama sejumlah entitas asosiasi dan entitas anak usaha, salah satunya yakni PT Indomarco Prismatama alias Indomaret.

Dari laporan keuangannya di semester I/2021, laba yang diatribusikan ke entitas induk usaha mencapai Rp278,43 miliar. Kerennya nih, perolehan laba itu meroket hingga lebih dari 750 persen!

Soalnya, dibanding perolehan laba di semester I/2020, DNET hanya memperoleh Rp32,3 miliar. Sementara itu, perolehan pendapatan DNET juga meningkat lebih dari 50 persen secara year-on-year, yakni sebesar Rp320,24 miliar di semester pertama 2021.

Meski begitu, kinerja saham DNET masih belum memuaskan nih. Secara year-to-date, saham DNET terkoneksi hingga 9,14 persen dan bergerak negatif 3,05 persen selama sebulan belakangan.

 

ICBP yang Labanya Terjun

Berbeda dengan INDF, kinerja ICBP di semester pertama 2021 justru enggak secerah di periode yang sama di tahun sebelumnya nih. Produsen Chiki dan Indomie ini mengalami penurunan laba, meski sebenarnya pendapatan ICBP tetap tumbuh kok.

Berdasarkan laporan keuangannya hingga 30 Juni 2021, laba ICBP tercatat sebesar Rp3,22 triliun. Jumlah tersebut rupanya lebih kecil 4 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni mencapai Rp3,38 triliun.

Selisih perolehan labanya tipis sih, soalnya pendapatan ICBP justru meningkat. Di semester pertama 2021, pendapatan ICBP yakni sebesar Rp28,20 triliun.

Diketahui, di semester I/2020, pendapatan ICBP hanya mencapai Rp23,05 triliun. Dengan begitu, pendapatan ICBP meningkat hingga lebih dari 20 persen nih.

Baca Juga: Laba Indofood CBP (ICBP) Turun di Semester I/2021 Meski Pendapatan Naik

Jika dilihat dari pergerakan sahamnya selama sebulan terakhir, dari data RTI Business, saham ICBP masih cukup positif dengan menguat tipis 0,98 persen. Namun, secara year-to-date, saham ICBP justru masih terkoreksi cukup dalam hingga 10,97 persen lho!

Sementara Bank INA, diketahui dari laman Bisnis, baru akan melaporkan kinerja keuangannya di semester I/2021 pada 30 September 2021 nih. Adapun, BINA juga berencana untuk melakukan rights issue dengan menggunakan laporan keuangan semester I/2021.
 
Emiten Total Aset 30 Juni 2021  PER Harga Saham 9 Sep 2021
INDF Rp169,39 Triliun 8.02x Rp6.275 [+1,62%]
DNET Rp17,29 triliun 81.00x Rp3.180 [0.00%]
ICBP Rp107,93 triliun 15.43x Rp8.525 [+1,19%]
Sumber: RTI Business

 
Pertanyaan 1 dari 1

Jadi, kamu bakal BUY emiten Grup Salim yang mana nih?

Card image cap