Be-emers, masih dapat angpao ya? Wah, selamat ya! Mendapatkan angpao di usia saat ini, saya tidak sebut usia
lho ya, tapi ya… yang sudah mulai menulis artikel di sini kita asumsikan sudah punya penghasilan sendiri.
Yang seharusnya justru membagikan angpao, itu seperti dapat bonus atau boleh dikatakan dapat durian runtuh enggak
sih?
Apalagi sebagai muda yang belum punya tanggungan! Hm, Be-emers punya fleksibilitas yang tinggi enggak sih, untuk mengatur uang angpao tersebut tanpa beban?
Tapi, supaya uang tidak habis begitu, atau belanja impulsif, mari kita buat strategi!
Strategi Mengelola Angpao dengan Metode 4321
Oke, metode ini sebenarnya bisa dikatakan metode suka-suka tapi disukai. Karena ya, uang angpao kan sejatinya bonus. Akan lebih bagus lagi kalau bermanfaat kan?
1. 40% Prioritas Utama
Jika belum punya dana darurat, 40% dialokasikan ke dana darurat adalah keharusan. Atau misalnya dana daruratnya masih kurang.
Atau kalau tidak ditabung atau diinvestasikan lah ya, agar ada cadangan jika butuh sesuatu yang sedikit lebih penting daripada hura-hura.
2. 30% Pengembangan Diri
Be-emers ada satu, dari sekian banyak buku yang disukai penulis, yaitu yang berjudul “Anak Muda Miliarder Saham”, karya Andika Sutoro Putra. Buku ini bahasanya ringan banget, tapi isinya ‘ngena’ banget, karena ya mungkin karena buku itu ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.
Nah, kita pindah bahas ke isi buku. Salah satu isi buku tersebut adalah, penulis menyarankan agar kita mengalokasikan sekian dari pendapatan kita untuk membangun relasi, dan itu antara lain dengan cara melakukan pengembangan diri secara berbayar.
Jadi, nih, kita Be-emers bisa mengalokasikan sekian dari keuangan kita, misal 30% tadi, untuk ikut les berbayar.
Dari sini, kita bisa langsung dapat tiga manfaat sekaligus. Manfaat pertama ilmu, manfaat kedua relasi, dan manfaat ketiga cuan (lagi) kalau ilmu tersebut dapat diterapkan dan dapat menghasilkan keuntungan.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.