Vaksin Measles Rubella untuk Mencegah Campak (Sumber: Freepik.com)
Selain itu juga sudah tercatat enam kematian akibat campak ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa campak masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama bagi anak-anak yang belum diimunisasi.
Salah satu faktor yang diduga memicu meningkatnya kasus campak adalah menurunnya cakupan vaksinasi dalam beberapa tahun terakhir, di mana gangguan layanan kesehatan selama pandemi turut berdampak pada program imunisasi rutin.
Akibatnya, banyak anak yang tidak menerima vaksin sesuai jadwal dan sebagian besar kematian akibat campak terjadi pada balita yang tidak memiliki riwayat imunisasi campak.
Di Indonesia sendiri, jumlah kasus suspek campak justru melonjak signifikan pada 2025 dengan angka mencapai lebih dari 60 ribu kasus, menurut data Kementerian Kesehatan.
Mengenal Penyakit Campak
Gejala yang sering muncul biasanya berupa ruam merah di seluruh tubuh, disertai keluhan seperti flu, demam, batuk, pilek, dan mata merah.
Gejala campak umumnya akan muncul sekitar 6 hingga 21 hari setelah seseorang terpapar virus. Namun, penderita sebenarnya sudah bisa menularkan virus bahkan sekitar empat hari sebelum ruam muncul, hingga empat hari setelah ruam terlihat.
Inilah yang membuat campak dapat menyebar dengan cepat, terutama di lingkungan dengan banyak anak-anak seperti sekolah atau tempat bermain.
Meski begitu, kabar baiknya adalah campak termasuk penyakit yang dapat dicegah secara efektif. Langkah pencegahan yang paling utama adalah melalui imunisasi MR (Measles Rubella) atau MMR sejak usia dini.
ALLMEIRA RAISSA HARTOMO
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.