9 Oleh-Oleh Khas Garut yang Selalu Bikin Kangen: Burayot Hingga Jaket Kulit

Mengenang keindahan Garut dengan buah tangan yang khas [Foto Pribadi]

Mengenang keindahan Garut dengan buah tangan yang khas [Foto Pribadi]


Dedaunan hijau itu bergerak konstan, beriringan dengan kegamanganku karena perjalanan akan segera berakhir. Puluhan tahun tidak pulang, 2025 membawaku dalam nostalgia singkat ke Garut, kampung halaman ibuku.

Liburan boleh saja berakhir, tapi satu hal yang selalu ingin dibawa pulang adalah rasanya. Perpaduan rasa di lidah, kemegahan pegunungan, juga kehangatan masyarakatnya.

Mungkin ini kenapa budaya membawa buah tangan sangat mendarah daging di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan kolega asingku di perusahaan lama pernah bilang: kalau rekan Indonesia balik liburan meja pasti penuh.


Ragam Oleh-oleh Khas Garut untuk Mengobati Rindu

Kalau mendengar Garut, dodol langsung terbersit di kepala. Padahal, wilayah yang dijuluki Swiss van Java ini punya segudang keunikan yang melekat.


1. Dodol

Seperti ada yang kurang pulang dari Garut alpa bawa dodol. Teksturnya kenyal, rasanya manis legit, dan kaya filosofi di balik proses pembuatannya. Momen kakek main ke Jakarta semasa hidupnya menjadi yang paling saya nanti, karena beliau pasti membawa banyak dodol.

Favorit saya original gula aren dan durian. Sekarang dodol sudah hadir dalam aneka rasa seperti coklat, keju, dan variasi lainnya.


2. Chocodot

Dodol sudah biasa, bagaimana kalau chocolate with dodol Garut alias Chocodot? Manisnya cokelat dan kenyalnya dodol membuat inovasi unik ini wajib dicoba sanak keluarga di Jakarta!


Soal rasa, chocodot memiliki varian yang sangat beragam. Mulai rasa coklat yang pahit, coklat susu, hingga coklat putih yang lembut. Nama unik nyeleneh dipilih demi menarik minat pembeli: “Coklat anti galau”, “coklat enteng jodoh”, serta “coklat cetar membahana” menjadi nama coklat yang tersedia di gerai chocodot di Garut.

Tertarik belanja, kamu bisa mendatangi gerainya di Jalan Siliwangi dan pusat oleh-oleh di daerah Tarogong, Garut.


3. Burayot

Burayot juga jajanan tradisional yang sayang dilewatkan! Berbahan tepung beras dan gula merah, tekstur kenyal dan rasa manis khas akan membuat siapa saja ketagihan.

Namanya unik karena bentuknya “menggantung” saat diangkat  burayot dalam bahasa Sunda memang berarti “menggantung”. Generasi orang tua kerap bikin lelucon mirip alat vital pria. Jangan lupa coba kalau mampir ke Garut ya!


4. Ladu Garut nan Gurih

Selain burayot, Garut juga punya camilan namanya ladu yang manis juga gurih. Kudapan ini terbuat dari beras ketan, gula aren, dan parutan kelapa.

Buah tangan yang tergolong aman dibawa dalam perjalanan karena mampu bertahan 4-7 hari di suhu ruangan.


5. Jeruk Garut

Kalau Dieng punya kentang, Garut punya jeruk. Saat buahnya matang, warnanya kuning kehijauan dengan citarasa manis asam. Serupa dengan kentang Dieng, jeruk Garut hanya tumbuh optimal di wilayah Garut.

Antara lain Samarang, Bayongbong, dan Tarogong. Jika coba ditanam di luar daerah tersebut, wangi dan rasanya tidak sama. Karena keunikannya, jeruk Garut sampai diekspor ke Eropa!


6. Kerajinan Kulit Sukaregang

Sedang pelesiran ke Garut dan sedang mencari produk kulit, kamu wajib nih mampir ke Sentra Kulit Sukaregang. Di sinilah pusat kerajinan kulit legendaris sejak era kolonial.

Saya jadi ingat salah satu om selalu membeli sepatu di sini karena kualitasnya premium. Berlokasi di Jalan Ahmad Yani, proses pembuatan dari kulit domba dan sapi asli membuat produk di sini tahan lama.

Rekomendasi yang wajib dibeli: Jaket kulit (sering disebut sebagai produk terbaik), tas, dompet, sabuk, dan sandal kulit asli.