Foto ilustrasi uang (Sumber: Freepik.com)
Be-emers, ramai di media sosial kalau rupiah melemah dan dolar makin mahal! Kira-kira kenapa ya?
Pengalaman Pribadi
Berdasarkan Kurs BCA per hari ini Jumat, (22/05/2026) pukul 09.56, terlampir untuk kurs jual menyentuh di angka Rp17.718.Ini angka terbesar selama saya menjadi pengamat tiap hari saat bekerja di kantor. Kebutuhannya karena bos ingin menukar rupiahnya dengan dolar di money changer atau melalui token KlikBCA (KeyBCA).
Kerapkali bos jarang menukar rupiahnya lalu cancel untuk pergi ke luar negeri hanya karena melihat fungsi dari nilai tukar rupiah menurun dan tidak stabil.
Bahkan beberapa saham juga ikut anjlok.
Lebih dari itu orang-orang yang generasinya jauh berada di atas kita tidak mengetahui pasti apa penyebab awal, secara gamblangnya kita sebut saja gaptek.
Mereka hanya berkomentar seolah, "Beli besok aja, siapa tau turun."
Nyatanya mereka tidak memahami betul apa yang terjadi dengan lonjakan kurs yang kian meningkat.
Alhasil, para pekerja selalu disalahkan dan merinci secara detil setiap hari untuk mencatat berapa kurs pada saat itu. Sejatinya tiap menit kian berubah, para pekerja dituntut melapor melalui email. Kuno sekali bukan?
Maka, penting bagi kita sebagai anak muda (Gen Z dan Milenial) mengajarkan para orang tua untuk melek data juga siap akan analisanya. Beberapa orang tua memang ada yang pintar mengalokasikan uang namun di sisi lain ada juga orang tua yang perlu diajarkan oleh anak muda agar tidak tergiur membeli barang branded cuma-cuma.
Meliana wanda
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.