Lebih dari Ibadah, Ini 7 Manfaat Kurban bagi Ekonomi dan Keamanan Pangan

Lebih dari Ibadah, Ini 7 Manfaat Kurban bagi Ekonomi dan Keamanan Pangan. Sumber Gambar Adobe Express

Lebih dari Ibadah, Ini 7 Manfaat Kurban bagi Ekonomi dan Keamanan Pangan. Sumber Gambar Adobe Express


Menjelang Hari Raya Iduladha, kita seringkali mendengar plesetan "kurban perasaan". Namun, jangan sampai pelesetan tersebut mengaburkan makna mulia dari kurban yang sesungguhnya ya Be-emers.
 
Menurut Jurnal Pendidikan dan Riset, kurban memiliki arti yang sangat mendalam. Secara bahasa, kurban berasal dari kata qaraba yang berarti mendekatkan diri. Kurban merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT).
 
Menariknya lagi Be-emers, ibadah kurban tidak hanya tentang keagamaan, tetapi juga membawa positif bagi sosial, ekonomi, hingga sains pangan. Berikut adalah 7 manfaat kurban yang jarang disadari secara luas.
 

Lebih dari Ibadah, Ini 7 Manfaat Kurban bagi Ekonomi dan Keamanan Pangan

Berikut adalah 7 manfaat kurban bagi ekonomi dan keamanan pangan: 
 

1. Pemerataan Konsumsi Daging di Masyarakat

Mengutip data dari thestar.com.my pada tahun 2023, angka konsumsi daging masyarakat Indonesia masih berada di bawah 93%, yang merupakan angka standar konsumsi daging global.

Iduladha merupakan momen untuk memeratakan konsumsi daging yang berkualitas secara gratis oleh semua lapisan masyarakat.
 

2. Menstimulasi Perputaran Ekonomi

Adanya kurban membuat uang berputar cepat di masyarakat alih-alih mengendap. Terjadi aliran dana kepada para peternak bahkan hingga peternak pelosok atau lokal daerah, penyedia pakan, hingga panitia logistik. Ini adalah bentuk pemerataan ekonomi dari kota ke desa.
 

3. Membuka Lowongan Kerja Musiman Baru 

Menjelang Iduladha teman penulis ada yang menjadi pemasar sapi atau kambing, yang jumlahnya lumayan sehingga ia mendapatkan penghasilan tambahan yang lumayan juga.

Kemudian tetangga ada yang mendadak jadi pemelihara hewan kurban sebelum disembelih, ada yang jadi tukang jagal, dan ada yang memotong dan membagi hewan kurban yang telah disembelih.

Ini menunjukkan hari raya kurban dapat membuka lowongan kerja baru. Misalnya bagi panitia kurban (meskipun hanya berkala), 
 

4. Terjalinnya Kerja Sama dengan Berbagai Pihak 

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tidak hanya terjadi antara pihak yang berkurban dengan penyembelih atau tukang jagal.

Lebih dari itu, melibatkan kerja sama berbagai pihak. Misalnya orang yang berkurban itu sendir, panitia kurban, penjamin mutu ternak, pengolah daging (jika dagingnya diolah), petugas penjamin halal, hingga lembaga sosial yang jangkauan distribusinya lebih luas