Ilustrasi produk furnitur (sumber : Instagram Praba.living)
Bisnis di bidang furniture masih menggiurkan. Hal itu terlihat dari fakta bahwa pembangunan rumah atau hunian termasuk apartemen yang terus tumbuh di Indonesia.
Angin segar pembangunan itu didukung adanya kebijakan Presiden Prabowo melalui Program 3 Juta Rumah. Data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat bahwa realisasi program dan renovasi rumah tembus 324.213 unit hingga pertengahan Juni 2026. Jumlah itu akan terus tumbuh.
Pembangunan rumah hingga apartemen itu selaras dengan permintaan akan furniture. Kebutuhan akan furniture tidak pernah mati. Yang otomatis menjadi pasar besar bagi pelaku usaha di bidang furniture.
Dengan peluang besar itu maka bisnis di bidang furniture patut dicoba. Namun tentu menjadi pertanyaan bagi para pemula untuk memulai dari mana.
Tips Membangun Bisnis Furniture yang Bisa Kamu Terapkan!
Nah dalam kesempatan artikel kali ini akan mengupas hal tersebut. Diharapkan bisa membantu langkah demi langkah untuk memulai bisnis furniture dengan lancar.
1.Tentukan Niche, Karena Kamu Tak Bisa Jual Semua
Menentukan fokus adalah penting bagi pelaku usaha. Apalagi kamu adalah pemula. Karena itu kamu wajib menentukan niche atau segmen pasar yang spesifik yang akan kamu bidik.Kamu akan kesulitan jika mencampur adukkan usaha. Misalnya binis furniture jati mewah dengan produk rotan, atau dengan produk forniture plastik. Lebih baik kamu memulai dengan produk dan segmen yang spesifik.
Selain dari produk, kamu juga perlu menentukan model bisnis yang akan kamu lakoni. Misalnya kamu ingin menjadi produsen, reseller atau custom furniture.
Produsen adalah usaha memproduksi sendiri produk-produk furniture dari bahan mentah. Reseller adalah usaha menjual produk jadi yang dibuat orang lain. Sedangkan custom furniture adalah melayani pembuatan produk berdasarkan permintaan khusus konsumen. Ketiganya tentu memiliki tantangan yang berbeda.
Karena itu akan lebih baik jika kamu sebelum memulai usaha adalah dengan melakukan riset pasar terlebih dahulu. Walaupun kecil-kecilan dan sederhana, riset wajib dilakukan.
2. Hitung Modal dan Keuangan
Modal tentu penting dalam memulai usaha. Ini perlu kamu siapkan. Namun yang perlu dipahami bahwa bisnis furniture tak harus dimulai dengan modal besar.Kamu bisa mensiasati usaha dengan modal minimalis. Misalnya dengan sistem pre-order yang lebih relevan dengan usaha dengan modal minimalis. Karena ini mengurangi potensi kerugian karena ongkos produksi dan bahan. Kamu juga bisa mensiasatinya dengan pola kerja sama.
Sebelum melangkah, kamu bisa menghitung keuanganmu. Rencanakanlah arus kas mu, mulai dari persiapan, ongkos operasional hingga potensi pendapatan.
Satu hal yang terkadang lupa adalah ongkos kirim. Jangan lupa, bahwa kamu menjalani bisnis furniture. Barang yang perlu kamu kirim tidak ringan, artinya butuh ongkos yang lebih banyak dibandingkan barang-barang usaha lain. Karenanya ini perlu kamu hitungkan dengan cermat.
HENDRIK MUCHLISON
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.