Siapa bilang perempuan tidak bisa berkarya? Siapa bilang bisnis furnitur itu milik laki-laki saja. Jelas sekali jika ada pemikiran seperti itu, diskriminasi antara laki-laki dan perempuan terlihat nyata. Padahal dalam kehidupan ini peran seorang perempuan sangat besar.
Perempuan bukan pajangan. Dia memiliki keinginan dan rasa ingin berkembang dalam setiap fasenya, sama seperti lelaki. Namun, seringkali perempuan dipandang sebelah mata. Pandangan ini berdasarkan apa yang hanya terlihat oleh mata.
Padahal pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki bisa dikerjakan juga oleh perempuan, kecuali pekerjaan yang memerlukan kekuatan fisik.
Semua ada masanya. Jika dahulu perempuan hanya 'dipekerjakan' di bagian sumur, kasur, dan dapur, kini ruang gerak perempuan menjadi lebih luas.
Banyak profesi yang dahulunya dilakukan oleh lelaki, kini perempuan sudah melangkah ke depan. Salah satu bidang yang bisa dijadikan peluang bisnis bagi perempuan adalah furnitur.
Founder Perempuan di Balik Praba Living
Selama ini saya kira seorang founder bisnis furnitur itu semua laki-laki. Siapa sangka founder dari Praba Living adalah perempuan. Mereka adalah Anisa Sirman dan Dinda. Keduanya adalah partner kerja dalam bisnis furnitur ini.
Dari tangan kedua perempuan ini, sebuah bisnis furnitur yang cantik, nyaman, dan menarik hadir memberikan nuansa yang berbeda. Furnitur seperti sofa yang elegan dan memiliki dwifungsi menambah kenyamanan bagi pemiliknya. Warnanya bisa disesuaikan dengan selera pelanggan menjadi daya tarik tersendiri.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.