7 Strategi Switch Career ala Founder Praba Living dari Pekerja Kantoran Jadi Pebisnis Furniture!

Melakukan Switch Career Tanpa Takut: Belajar dari Founder Praba Living. Sumber Gambar Adobe Express

Melakukan Switch Career Tanpa Takut: Belajar dari Founder Praba Living. Sumber Gambar Adobe Express

Melakukan switch career bisa jadi hal yang menakutkan di kondisi yang serba belum pasti. Tapi, tidak akan semenakutkan itu jika disertai dengan niat, persiapan yang matang, dan eksekusi atau dilakukan dengan sebaik mungkin. 
 
Untuk mewujudkannya, Be-emers bisa menggunakan rumus Plan, Do, Check, Action (PDCA). Selain itu jangan lupa juga untuk bersikap fleksibel dan mampu beradaptasi dengan segala kemungkinan yang terjadi di lapangan ya. 
 
Strategi inilah yang dilakukan oleh kak Anisa Sirman dan Dinda Muchtar, founder dari furnitur Praba Living. Mereka berhasil menaklukkan ketakutan diri sendiri dengan switch career dari pekerjaan kantoran yang nyaman ke bisnis yang sesuai dengan impian.
 

7 Strategi Switch Career ala Founder Praba Living dari Pekerja Kantoran Jadi Pebisnis Furniture!

Berikut adalah 7 strategi switch career ala founder Praba Living yang bisa Be-emers contek:
 

1. Perencanaan Jangka Panjang (Plan)

Detail dari perencanaan jangka panjang ini dapat mencakup tiga hal berikut: 
  • Niat dan visi yang jelas: Switch career harus dimulai dengan niat, keberanian, dan gambaran yang jelas tentang hal yang akan dilakukan. Switch career juga bisa didukung dengan menyesuaikan latar belakang pendidikan yang telah ditempuh. Seperti Kak Anisa dan Dinda yang memiliki latar belakang pendidikan Visual Communication Design dan Accounting dan memanfaatkan latar belakang pendidikan tersebut ketika switch career ke bisnis.
  • Ilmu dan pengalaman kerja: Be-emers bisa memanfaatkan karir saat ini untuk belajar dan menyerap ilmu seoptimal mungkin. Kak Anisa dan Dinda juga banyak belajar dari pengalaman kerja sebelumnya.
  • Kesiapan finansial: siapkan dana darurat untuk menopang kebutuhan hidup selama masa transisi. Ini bisa disesuaikan dengan daya tahan Be-emers masing-masing. Jika Be-emers ingin lebih santai dan lega tanpa himpitan keuangan, maka bisa dipersiapkan dana darurat yang lebih besar
 

2. Perencanaan Jangka Pendek

Setelah perencanaan matang, selanjutnya adalah menemukan titik fokus: bidang apa yang akan dituju dan alasannya apa?
 
Hal ini juga dilakukan oleh Kak Anisa dan Dinda yang sempat kesulitan mencari furnitur yang sesuai dengan standar mereka, yaitu berkualitas dan empuk.

Dari kesulitan inilah mereka menemukan peluang usaha, hingga akhirnya memutuskan untuk fokus bisnis furnitur.
 

3. Melakukan Aksi (Do)

Perencanaan hanya akan jadi wacana tanpa jika kita tidak segera memulainya. Bermodalkan niat dan keberanian, Kak Anisa dan Dinda segera melakukan aksi nyata dengan resmi meluncurkan bisnis furnitur dengan brand Praba Living di tahun 2025.
 

4. Melakukan Evaluasi secara Berkala (Check)

Setelah bisnis furniture dengan brand Praba Living terbentuk kak Anisa dan Dinda tidak lantas berpangku tangan melainkan terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk menghasilkan produk yang terbaik (check).

Proses evaluasi ini tidak hanya untuk produk, tapi juga sekaligus untuk menguji efektivitas keputusan switch career mereka agar hasilnya optimal.