Belanja Online Populer di Kalangan Masyarakat, Bagaimana Dampaknya?

Belanja bisa dengan mudah lewat handphone (Sumber: Freepik)

Belanja bisa dengan mudah lewat handphone (Sumber: Freepik)

Like

Perkembangan teknologi semakin pesat memunculkan beragam fenomena yang telah menjadi budaya yang berkembang di masyarakat. Bahkan, hal itu menjadi popular dan tidak dapat dihindari, baik dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua.

Kebudayaan yang menjadi popular inilah menjadi kegemaran masyarkat di zaman sekarang dengan perkembangan teknologi yang semakin cangggih. Belanja online pun saat ini berkembang di Indonesia.

Hal ini menjadi semakin pesat dengan adanya pandemi yang masih berlangsung saat ini. Pembatasan akses masyarakat menjadikan masyarakat untuk hidup dengan pemenuhan akan kebutuhannya melalui belanja online, karena kemudahan yang dapat diakses di rumah saja.

Kemunculan berbagai aplikasi yang menawarkan adanya toko, pasar, atau pusat perbelanjaan yang dilakukan secara online memunculkan adanya kebiasaan masyarakat untuk belanja. Hal ini didukung dengan adanya berbagai penawaran, promo, dan pilihan produk yang beraneka ragam.

Sehingga, hal itu menjadi keunggulan tersendiri yang mana hal tersebut belum tentu didapatkan oleh masyarakat ketika berbelanja secara langsung atau datang ke tempatnya. Selain itu, belanja online menjadi kelebihan tersendiri, yang mana dapat meminimalisir pengeluaran karena kita dimudahkan tanpa harus mengeluarkan uang transport, parkir, bensin, dan lain sebagainya.


Sedangkan lewat belanja online, transaksi hanya perlu pengeluaran ongkos kirim (ongkir) saja. Bahkan, promo gratis ongkir menjadi pilihan masyarakat untuk belanja online.

Baca Juga: Mengenal Istilah IDR saat Belanja Online
 

Dampak Belanja Online

Fenomena belanja online yang populer di kalangan mayarakat memberikan dampak tersendiri, baik berdampak positif dan negatif. Belanja online yang dilakukan masyarakat dapat memberikan pertumbuhan yang positif dalam pertumbuhan ekonomi dengan meningkatnya iklim yang kondusif bagi penyedia jasa seperti stakeholder marketplace maupun jasa pengiriman barang.

Namun di sisi lain, budaya belanja online juga dapat berdampak negatif jika tidak dikendalikan dengan baik. Mulai dari terjadinya perilaku yang konsumtif, hingga terjadinya utang di mana-mana.

Selain itu, belanja online juga bisa berdampak pada munculnya sikap anti sosial karena kebutuhan yang sudah terpenuhi dan dapat dilakukan dengan mudah. Bahkan ada kasus, ketika anak kecil yang diberikan akses handphone, membuat orangtua harus kehilangan uang karena berbelanja sebanyak-banyaknnya tanpa sepengetahuannya, bahkan sampai terjadi penipuan.

Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang cerdas harus dapat memanfaatkan dengan baik adanya kemajuan teknologi. Kemudahan dalam belanja online pun dapat dilakukan dengan baik oleh masyarakat.

Sehingga, perlunya dalam berbelanja online yang cerdas dan selektif dengan menetukan skala prioritas kebutuhan pada masyarakat.

Baca Juga: Belanja Online Emang Gampang, Tapi Gampang Pula Bikin Keuangan Kalian Bermasalah