Ilustrasi mendapatkan angpao (Pixabay.com)
Wah, enggak kerasa ya seminggu lagi imlek nih. Bagi kita, muda-mudi single pasti enggak sabar pengen nerima angpao sebanyak-banyaknya kan?
Bahkan udah pada mulai nyiapin gimana strategi berburu yang efektif sambil ngitungin kira-kira berapa jumlah amplop merah yang diterima setelah mengucapkan ‘kionghi’ ke sanak saudara kan, hayo ngaku.
Tips Mengelola Angpao dengan Bijak yang Mesti Kamu Lakukan!
Oya nanti, abis kalian kumpulin angpaonya, kelola yang bijak ya. Jangan sampai ludes dalam semalam. Sini aku kasih tau tipsnya:1. Say No to FOMO, Be a Smart Shopper
Rasanya pasti pengen dong belanja ini itu apalagi dapet rejeki nomplok. Wait, boleh kok, tapi Patrick J. McGinnis bilang, kebanyakan manusia itu masuk dalam kategori ‘FOMO Sapiens’.Apalagi di era digital ini saat kita semua saling terhubung lewat internet dan media sosial. Perbandingan tanpa henti saat kita doom scrolling ditambah kekhawatiran bakal dikucilkan dalam pergaulan apabila tidak mengikuti tren aktivitas atau barang terbaru bikin hidup kita jadi makin runyam.
Bahkan bisa jadi kita terpaksa berhutang atau mengemis angpao lebih cepat demi ngasih makan ke-fomo-an diri kita. Jangan sampai deh.
Catat dulu saja kebutuhan mendesak apa yang perlu kita tunaikan dengan angpao itu misalnya beli baterai jam atau alat tulis, terus pastiin gak tergiur sama bujuk rayu teman atau diskon semata ya.
2. Let’s Start Investing
Pernah liat konten instagram anak konglomerat yang sedari kecil sering dapet hadiah emas batangan lalu mulai diajari orang tuanya untuk investasi?Coba deh, cari informasi mulai dari sistem pembelian dan pengelolaan, minimal saldo penempatan, imbal hasil hingga risiko tanggungan seputar instrumen investasi kayak saham, reksadana, obligasi, SBN, deposito dan logam mulia atau kalo kamu mau lebih menantang bisa menyasar instrumen cryptocurrency kayak bitcoin, ethereum atau binance coin.
Ini bisa jadi passive income yang bagus lho buat masa depanmu. Siapa tau kan nanti kamu bisa melanjutkan pendidikan, beli rumah, beli kendaraan atau nikah setelah investasiin angpaomu?
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.