Amankan Dapur dari Inflasi, Tips Investasi untuk Ibu Rumah Tangga

Ilustrasi Ibu Rumah Tangga mengatur keuangan dapur (Sumber: Freepik)

Like

Saat ini nampaknya para Ibu Rumah Tangga (IRT) ikut dibuat pusing buntut perang yang berkecamuk di Timur Tengah. Mungkin salah satunya adalah kamu. Kenapa bisa demikian?

Perang itu memang terjadi jauh di Timur Tengah. Bangsa kita Indonesia juga tidak terlibat langsung. Namun ternyata dampaknya bisa terasa sampai di Indonesia. Yang paling nyata adalah kenaikan harga sejumlah barang pokok.

Perang membuat pasokan barang baku hingga energi ke tanah air tersendat. Sehingga harga-harga di pasar ikut naik. Termasuk yang kini tengah hits adalah plastik.

Kenaikan harga pokok ini tentu jadi masalah serius bagi para Ibu Rumah Tangga. Uang belanja bulanan bakal cepat menipis. Beli cabai yang biasanya cukup Rp25 ribu kini harus keluar uang nyaris Rp100 ribu
.
Situasi ini nampaknya juga bakal berkepanjangan. Karena itu para Ibu Rumah Tangga juga perlu segera mengambil langkah penyelamatan keuangan rumah tangga. Salah satunya dengan berinvestasi.
 

Pertimbangan Sebelum Investasi

Artikel ini akan membahas beberapa investasi yang cocok untuk Ibu Rumah Tangga. Pertimbangan ini akan cocok bagi kamu para Ibu Rumah Tangga untuk menyelamatkan keuangan keluarga.


Namun yang perlu dipahami adalah bahwa investasi itu tidak harus dimulai dengan modal jutan rupiah. Dan investasi itu juga tidak mensyaratkan bahwa kamu adalah seorang pakar atau ahli ekonomi. Seorang Ibu Rumah Tangga juga bisa melangkah untuk berinvestasi.

Tapi sebelum itu ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan sebelum melangkah untuk investasi. Pertama yang wajib kamu perhatikan adalah ketersediaan dana darurat.

Sebagai Ibu Rumah Tangga wajib menjaga agar dapur tetap ngebul meski terjadi kondisi darurat. Karena itu uang untuk dana darurat harus disiapkan dan disimpan dengan bijak. Sediakan budget khusus untuk hal ini. Kamu bisa menaksir kebutuhan dapur bulananmu.

Kemudian, uang yang akan digunakan untuk investasi adalah uang dingin. Kamu bisa menggunakan uang sisa belanja.

Jangan sampai kamu menggunakan uang yang itu sudah menjadi belanja rutin. Misalnya uang untuk bayar sekolah anak atau cicilan rumah.