Sayang Hewan Cinta Lingkungan, 5 Cara Hemat Energi yang dapat Dilakukan Pet Owner

Cara hemat energi bagi pemilik hewan [Freepik]

Like

Consumer Report Indonesia 2023 yang dirilis Standard Insights menuturkan sebanyak 53,29% masyarakat Indonesia memiliki hewan peliharaan lebih dari satu. Dari sekian banyak hewan, kucing paling banyak dipelihara masyarakat Indonesia.

Artinya, semakin banyak orang di Bumi Pertiwi peduli makhluk hidup lain. Sekaligus fakta bahwa kebiasaan positif ini beriringan dengan dampaknya terhadap lingkungan.

Studi global menunjukkan pet food menyumbang hingga 25–30 persen dampak lingkungan dari produksi daging di beberapa negara maju.


Cara Hemat Energi yang Bisa Dilakukan Pemilik Hewan

Melihat fakta di atas, bukan berarti manusia harus stop memelihara hewan. Saya sendiri rescue sekiranya 18 kucing dari jalanan. Itu belum termasuk kucing random yang suka mendadak mampir, numpang makan dan tidur di teras rumah.

Saya tidak lantas abai dengan isu lingkungan yang ada. Beberapa cara mulai konsisten saya lakukan agar menjadi owner bertanggung jawab.


1. Pilih Dry Food daripada Wet Food

Secara cita rasa dan aroma, wet food memang lebih mendongkrak nafsu makan hewan. Namun, vet sudah mengingatkan terlalu banyak makan kornet tidak baik untuk kucing.


Di samping itu, makanan basah untuk kucing memiliki dampak lingkungan signifikan dibandingkan makanan kering; merujuk studi yang dilakukan University of Sao Paulo yang dipublikasikan dalam Scientific Reports. 

Agar mimim plastik, saya lebih memilih pesan kemasan karung besar. Nantinya, bekas karung dimanfaatkan untuk wadah sampah rumah tangga yang akan disetor ke bank sampah.
 

2. Cermat Memilih Litter

Demi efisiensi, kebanyakan pemilik kucing mengandalkan pasir berjenis gumpal. Terlebih, sudah banyak produk pasir gumpal dengan wewangian. Aroma ini dapat membuat 'saru' wangi semerbak kotoran hewan, utamanya jika hewan di dalam rumah.

Cara menyiasatinya? Saya saat ini lebih selektif membeli produk dengan klaim eco friendly. Yakni pasir gumpal yang rendah kadar debunya dan flushable (dapat larut di toilet bagi kucing kamu yang sudah terbiasa buang air di wc kamar mandi).

Agar lebih ekonomis, saya kombinasikan dengan pasir yang dapat dicuci berulang kali (selama belum terlalu kotor).


3. Gunakan Alat Elektronik dengan Optimal

Demi kenyamanan hewan, banyak pemilik rela menambah watt untuk alat elektronik khusus hewan. Saya juga demikian, dulu saat belum rutin steril saya menambahkan lampu kandang jika ada induk melahirkan. Saya juga punya hair dryer khusus kucing berbulu panjang agar bulunya cepat kering setelah mandi.

Agar energinya hemat, gunakan dengan maksimal. Pilih produk alat yang low watt sehingga tidak mengagetkan tagihan listrik. Kalau hewanmu harus pakai ac, matikan saat bukan jamnya istirahat.


4. Konsumsi Air Secara Efisien

Ini dia, penggunaan air juga patut dicermati kala aktivitas memandikan kucing dan membersihkan kandang. Terlebih, kebanyakan kucing saya jenisnya bulu panjang. Mereka membutuhkan treatment khusus dan harus dipakaikan shampo lebih dari sekali bilas.

Triknya:
  • Kalau kamu seperti saya (punya banyak hewan), tetapkan jadwal kapan hewan dimandikan serentak. Air sekali keluar banyak dalam satu waktu
  • Pakai selang dengan tekanan tertentu (tidak terlalu besar, sehingga air nggak boros)