Awas, Salah Pilih Sepatu Bisa Bikin Olahraga Jadi Kelabu!

Sepatu Olahraga, Sumber Gambar: Editing Pribadi

Like

Bagi sebagian orang, biasanya orang-orang tua yang olahraga dengan jalan kaki, mereka melakukannya tanpa memakai alas kaki. Katanya, sih, agar kaki menyatu dengan permukaan bumi.

Yah, itu bisa-bisa saja sih dengan alasan demikian. Cuma, yang repot jika yang menyatu dengan kaki malah paku atau benda tajam lainnya.

Tidak sampai ranjau juga sih. Hanya memang yang menjadi ranjau kalau di tempat saya itu adalah sesuatu yang lembek berwarna hijau tua. Bentuknya kadang artistik, lebih sering tidak. Si pemasang tidak bisa berpikir tentang efek buruknya. Mungkin kamu tahu ranjau apa itu?

Tadi disebutkan tentang orang tua yang jalan kaki tanpa alas kaki. Sedangkan bagi anak muda, saya lihat malah sering pakai alas kaki.

Rata-rata memakai sepatu jika mereka jalan kaki, joging, maupun bersepeda. Sedangkan untuk olahraga berenang, saya tidak pernah melihat mereka pakai sepatu. 


Semangat Olahraga Karena Beli Sepatu Baru

Saya teringat perkataan teman saya, manusia itu pada umumnya memang haus dengan sesuatu yang baru. Dan, ketika sudah dimiliki, rasanya biasa-biasa saja. 


HP misalnya. Ketika sudah membeli dan masih terhitung sangat baru, meletakkannya pun hati-hati. Sering dilap juga dengan tisu berkali-kali, hingga pabrik tisu pun jadi habis stoknya gara-gara itu. Kalau ini sih lebay namanya. 

Sekarang, saat HP tersebut sudah tidak lagi terlalu baru, meletakkannya malah sembarangan saja. Bahkan, main lempar di kasur. Sudah tergores-gores juga dibiarkan saja. 

Pada tulisan ini, yang dibahas bukanlah HP, melainkan sepatu olahraga. Apa hubungan antara keduanya? Ya, hubungannya jelas baik-baik saja, tidak ada permusuhan sama sekali. Tidak saling blokir, seperti kamu dengan si dia. 

Sepatu olahraga, apalagi yang baru dibeli, memang bisa meningkatkan semangat untuk berolahraga. Ambil analogi ketika kita di waktu kecil, deh. Saat orang tua membelikan kita sepatu baru untuk sekolah. 

Wuih, rasanya tidak sabar untuk segera memakainya besok! Bahkan, sepatu tersebut ditaruh di tempat tidur, sambil dipeluk pula. Membayangkan besok akan keren sekelas sendiri, bahkan sesekolah. 

Analogi yang sama juga ketika kita sudah membeli sepatu olahraga baru. Terbayang untuk segera memakainya. Sebelumnya, sudah foto-foto sepatu itu, mulai dari mas kurir yang antar, unboxing, lalu unggah di story WA, IG, maupun FB.

Pokoknya, sudah laporan ke seluruh jagat raya media sosial. Seandainya, bisa cetak banner raksasa hingga muncul di videotron kota, maka akan kita lakukan. Sayangnya, wajah kita bukanlah camera face, meskipun ini jangan diartikan wajah yang mirip kamera, ya! 

Namun, sekaligus juga akan tetapi, apakah yakin semangat itu akan terus menggelora, melebihi gelora saat berolahraga di Gelora Bung Karno?

Rasa-rasanya, semangat itu bisa menjadi melempem laksana kerupuk disiram air, apalagi air keras. Maksudnya air yang bercampur es batu. 

Terlebih kita melakukan olahraga itu sendirian saja karena merasa introvert. Kita tidak bergabung dalam sebuah komunitas olahraga. Tidak juga membangun jaringan pertemanan, yang kita bangun dan biarkan malah jaring laba-laba di sudut kamar. 

Sepatu olahraga baru itu lama-lama menjadi aus. Ini bukan karena minta minum, melainkan karena itu tadi, jadi lebih banyak disimpan di lemari atau rak sepatu.

Dan, endingnya, semangat olahraga kita pun jadi menguap, karena kita lebih banyak menguap di tempat tidur. 


Sepatu Olahraga dengan Fungsi Khusus, Tidak Sekadar Fashion

Kegiatan olahraga ini memang melibatkan gerakan tubuh secara teratur dan berulang-ulang. Contohnya senam. Gerakannya berulang-ulang bukan?

Sampai sekarang hitungannya cuma dari angka 1 sampai 8. Tidak pernah sampai 10, padahal anak saya yang umurnya 4 tahun saja bisa hitung sampai 10.

Gerakan olahraga yang aktif membutuhkan pijakan kuat. Tugas itu diemban oleh kedua kaki kita, utamanya di telapak. Banyak atlet yang cedera pada bagian kaki ini. Oleh karena itu, dibutuhkan sesuatu yang membuat kaki jadi aman dan nyaman. 

Makanya, sepatu olahraga memegang peranan penting di sini. Sepatu yang baik mampu melindungi kaki, mengurangi risiko cedera atau minimal terkilir, sekaligus bisa menjaga stabilitas gerakan.

Akan tetapi, sekaligus juga namun, memilih sepatu olahraga tidak bisa sembarangan. Satu sepatu sebenarnya tidak bisa untuk semua olahraga. Sepatu lari itu berbeda dengan sepatu gym. Dan, sepatu futsal tidak sama dengan sepatu hiking.

Banyak orang yang beli sepatu olahraga karena sekadar ikut tren. Misalnya di TikTok. Ada satu merek sepatu yang sering dipromosikan oleh para affiliator. 

Kita sering melihat tayangan seperti itu karena memang ada paket datanya. Coba kalau tidak ada, pastilah kita akan nebeng tethering dengan HP teman. 

Beli sepatu karena FOMO dan demi terlihat sporty. Ini sama saja dengan orang yang lebih fokus terlihat sehat daripada benar-benar menjaga kesehatan. 

Padahal, salah membeli sepatu, sudah terlanjur mahal malah dipakainya tidak nyaman, yang capek tidak cuma kaki, tetapi yang lebih penting lagi adalah isi dompet setelah checkout.