Car Free Day dan Berbagai Arti Lainnya, Sumber Gambar: Editing Pribadi
Ketika baru lahir, saya belum pernah mendengar istilah CFD. Barulah pada masa muda ini, saya mengetahui istilah itu yang berarti Car Free Day.
Secara umum, CFD adalah suasana yang berbeda daripada biasanya. Kalau hari biasa, jalan-jalan umum atau jalan protokol besar dipadati oleh aneka jenis kendaraan bermotor. Ada sepeda motor, mobil, bus, dan truk besar. Untuk mobil dan truk, saya yakin di sini tidak ada yang bisa berubah jadi robot.
CFD yang selalunya hari Ahad itu dibuat bebas dari kendaraan bermotor atau yang pakai mesin. Jadi, kereta api tidak bisa lewat di situ karena memang tidak ada relnya. Pesawat terbang juga tidak bisa, karena landasan bandara bukan tempat untuk CFD.
Akhirnya, suasana jadi terasa berbeda, lebih segar dan ceria. Orang-orang bisa menggunakan jalan dengan lebih bebas tanpa terganggu kendaraan. Makanya, CFD sering dimanfaatkan orang untuk berolahraga, baik itu jalan kaki maupun lari. Yang merangkak sepertinya memang tidak ada, apalagi ngesot!
Saat Jumlah Langkah Olahraga Malah Kalah dengan yang Ini
Kalau orang sedang berolahraga, sering dengan outfit tertentu. Bisa diistilahkan dengan OOTD alias Outfit of the Day. Kalau day di situ berupa Car Free Day, maka lebih tepatnya memang dengan outfit olahraga. Tidak hanya outfit yang berupa baju maupun celana, juga dilengkapi dengan sepatu olahraga yang mungkin cukup mahal. Tidak sampai jual rumah, lalu pindah tinggal di tenda demi membeli sepatu itu sih. Namun, yang jelas, bisa cukup mahal.
Ditambah dengan smartwatch, satu tidak pernah lupa karena termasuk kebutuhan primer, yaitu: HP dan satu lagi, tripod. Eh, tripod? Bukannya Tri itu nama orang? Halah.
Perlengkapan untuk konten digital memang tidak dilupakan alias sering sekali dibawa. Ini bisa membawa makna yang berbeda dari CFD. Dari yang tadinya Car Free Day, lalu berubah menjadi Cari Foto Dulu! Lho, lho, lho?
Tidak dapat dimungkiri, maupun dimungkanan, bahwa olahraga kini sudah menjadi status sosial juga. Maksudnya, berupa status di media sosial.
Siapa sih orang sekarang yang saat olahraga tidak update status terbarunya? Siapa sih yang tidak bikin konten baru dari olahraga yang dilakukannya?
Pada momen CFD itulah kesempatan emas datang. Pada momen CFD itulah ajang untuk mencari foto yang estetik, video yang ciamik, hingga story-story yang tidak kalah menarik.
Bagaimana tidak, mau jalan sebentar, sudah foto-foto selfie. Malah, dari rumah sudah foto duluan. Misalnya bikin caption atau ngomong di depan kamera, "Hai, Gaes, hari ini kita mau olahraga. Kita ke CFD di Bundaran HI nih! Yuk, simak nanti di sini, ya!"
Bicaranya untuk menyapa penonton selalu dengan "gaes", padahal kadang tabung gaes yang berwarna hijau itu sedang langka atau malah harganya yang jadi mahal.
Lanjut. CFD yang kepanjangannya tadi Cari Foto Dulu, menjadi kepanjangan lain lagi: Cari Followers Dadakan. Jumlah followers di media sosial memang menjadi suatu strata sosial baru.
Semakin banyak followers, semakin rasanya punya kasta sosial yang tinggi. Meskipun, dari sekian banyak followers itu belum tentu semuanya manusia. Bukan berarti ada jin yang main medsos, melainkan banyak pula bot yang membuat followers bertambah, padahal itu zonk!
Konten-konten ketika CFD jadi campur juga. Kadang sedang jalan, berlari, peregangan, termasuk juga makan! Hah, makan? Tadi katanya mau olahraga? Kok malah yang olahraga mulut, gigi, dan lidahnya?
Ini juga menjadi jalan rezeki bagi banyak pedagang. Mereka mencoba untuk mengais keuntungan di antara sekian banyak orang di arena CFD. Ada yang jualan minuman dingin, makanan seperti seblak, cilok, siomay, bakso, bubur ayam, nasi kuning, dan lain sebagainya.
Harganya relatif miring dan sangat terjangkau bagi Elon Musk. Rasanya juga enak, terlebih banyak orang yang makan di situ, jadi semangat. Kalau mau bikin konten yang lebih bagus lagi, coba bantu cuci piring si abang penjualnya. Sepertinya belum pernah ada yang bikin tuh!
Tadi dari awal, ketika masih di rumah, sudah CFD yang kepanjangannya Cantik, Fokusnya Dandan. Iya, toh, mau upload foto di medsos kok tidak pakai dandan?
Setelah tiba di lokasi CFD, berubah lagi kepanjangannya menjadi Cari Foto Dulu, disambung dengan Cari Followers Dadakan, sampai akhirnya tidak boleh terlewat: Caption, Filter, Diupload!
Tetap CFD Punya Sisi Positif
Olahraga memang menjadi sesuatu yang mahal di era sekarang. Lebih enak memang rebahan di kasur yang empuk, makan dan minum yang manis-manis atau yang berkadar garam tinggi, tanpa gerak yang bikin capek, serta lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk scrolling. Namun, pertinyiiinyi, maaf ini bukan acara Family 100 Tukul Arwana, pertanyaannya adalah mau sampai kapan hidup macam begitu? Mau sampai kapan hidup yang santai, tetapi pada dasarnya merusak tubuh pelan-pelan itu?
Makanan dan minuman yang manis memang enak, segar, serta menyejukkan. Terlebih dinikmati saat cuaca panas, wuih, minum es teh gula tinggi bagaikan dielus-elus bidadari!
Namun, rupanya, makanan dan minuman manis membawa efek yang mungkin tidak sekarang, tetapi akan menjadi bom waktu, sewaktu-waktu bisa meledak.
Kalau sudah kena diabetes maupun harus cuci darah, siapa yang salah? Masa yang salah pemerintah? Sedangkan dia sendiri yang memilih cara yang tidak sesuai arah.
Makanya, olahraga dapat menjadi filter, mampu sebagai pengerem gaya hidup yang tidak sehat. Kita pasti tahu manfaat olahraga selain menjaga kesehatan, juga mampu mencegah dari berbagai penyakit.
Masalahnya, kalau mau olahraga sendiri, semangat kadang sudah duluan lari. Lebih bagus memang ada temannya, lebih baik ada yang bisa bersama-sama. Nah, di situlah CFD dengan kepanjangan Car Free Day itu menjadi jalan yang aduhai.
Join di CFD membuat orang mulai bergerak dengan lebih dinamis, meskipun ini bukan berarti Dina Manis. Suasana ramai di CFD jelas bikin lebih semangat.
Ada yang larinya 8 putaran, kita pun jadi terpancing mau menyaingi. Mungkin sampai 40 kali putaran lapangan. Wah, bukan lapangan bola, melainkan lapangan catur!
CFD dapat pula menjadi ajang kumpul aneka macam komunitas. Tidak harus komunitas olahraga, tetapi bisa pula komunitas pengajian ibu-ibu, komunitas Pramuka, atau komunitas kantor. Kalau komunitas bayi baru lahir, mereka begitu lahir langsung mau bikin komunitas, rasanya ini hil yang mustahal.
Dan, yang penting direnungkan sambil memegang kepala sendiri dan orang lain adalah CFD mampu mengurangi rebahan Ahad pagi. Hari libur mau dimanfaatkan cuma untuk tidur? Wah, ini jelas suatu langkah mundur!
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.