Sadar Label Nutri Level, Sadar untuk Hidup Sehat

Pentingnya cek nutri level makanan (Foto Freepik.com)

Ilma sibuk memilih makanan kemasan di sebuah supermarket. Lama sekali dia melihat, lalu dengan lincahnya dia memasukkan sebuah wafer keju ke dalam troli. Begitu juga Izzah yang berlari ke arah lorong yang memajang berbagai macam merek susu kemasan. Tak lama memilih, dia juga masukkan susu kemasan ke dalam troli. 
 
"Mi, perisa itu apa?" Pertanyaan yang membuat Ilma dan Izzah menoleh ke arah Irham. Bocah SD itu masih mengamati dan memilih rasa yang ingin diinginkan.
 
"Perisa itu adalah bahan tambahan makanan sebagai penguat rasa atau aroma, seperti stroberi, leci, durian, dan sebagainya. Jadi, susu ini bukan campuran dari buah stroberi."
 
"Berarti enggak baik untuk diminum, ya, Mi?" Pertanyaan berikutnya terlontar oleh Izzah. 
 
"Makanya, minuman dan makanan kemasan itu tidak boleh dikonsumsi terus- menerus. Pernah lihat anak yang gagal ginjal karena sering minum minuman kemasan? Minuman kemasan itu banyak gulanya loh dan jika kebanyakan gula dalam tubuh kita, maka penyakit kencing manis akan muncul. Meskipun dampaknya memang tidak langsung pada saat itu, tetapi bisa berbahaya bagi kesehatan."
 
Akhirnya, Irham mengeluarkan beberapa susu kemasan yang diambilnya sesuka hati. Begitu juga dengan Ilma dan Izzah. Keputusan membeli atau tidak itu memang keputusan siapa saja. Namun, memberi arahan perlu dilakukan agar anak tahu kandungan gizi dan bahan yang ada didalamnya.
 

Nutri Level Makanan Kemasan

Dikutip dari Indonesiabaik.id, Label Gizi Nutri-Level pada produk makanan dan minuman kemasan ini berfungsi memberikan informasi sederhana mengenai kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) dalam suatu produk, sehingga konsumen bisa membuat pilihan yang lebih sehat.
 
Dikutip dari health.detik.com, menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia, batas maksimal gula adalah 10 persen dari total kebutuhan harian, atau setara 50 gram gula dengan sekitar 4 sendok makan atau 10 sendok teh per hari. Idealnya sih, 5 persen atau 25 gram gula yakni sekitar dua hingga tiga sendok makan atau 5 sampai 6 sendok teh.
 
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berpesan agar masyarakat memanfaatkan label Nutri-Level sebagai panduan untuk memilih makanan dan minuman yang sehat.

Jadi, sebelum makan dan minum, makan harus memperhatikan kandungan garam, gula, dan lemak jenuhnya sehingga tidak menimbulkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh ketiga hal tersebut. Apalagi ada beberapa penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS.