5 Cara Mengelola Keuangan Ketika Nilai Tukar Rupiah Melemah, Yuk Terapkan!

5 Cara Mengelola Keuangan Individu Saat Rupiah Melemah terhadap Dolar. Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, mengelola keuangan selama masa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar itu penting. Yaitu untuk menjaga arus kas (cash flow) rumah tangga tetap lancar, juga untuk melindungi uang kita akibat inflasi.
 
Ketika harga barang-barang naik akibat inflasi, wajar jika kita merasa tertantang. Meski demikian, proses belajar keuangan itu butuh trial and error, jadi jangan merasa tertekan. Kita bisa jadikan pengalaman tersebut sebagai guru terbaik agar kita makin mahir lagi mengelola keuangan kita. 
 

5 Cara Mengelola Keuangan Ketika Nilai Tukar Rupiah Melemah, Yuk Terapkan!

Berikut adalah 5 cara taktis mengelola keuangan saat nilai tukar rupiah melemah.
 

1. Tingkatkan Literasi Keuangan 

Jika ingin menguasai sesuatu, kita harus memahami dulu ilmunya, termasuk dalam hal manajemen keuangan. Jadi jangan ragu untuk terus meningkatkan literasi keuangan termasuk kondisi ekonomi saat ini.
 
Dengan memahami cara kerja inflasi, maka kita dapat menyiasati anggaran belanja kita. Dan denba literasi yang baik, kita tidak akan terjebak dengan belanja secara berlebihan (panic buying). 
 
 

2. Lakukan Analisis Kebutuhan dan Budgeting Ketat

Prinsip utama menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dan ketidakpastian ekonomi adalah selalu memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan.

Tapi Be-emers, banyak dari kita yang bingung membedakan keduanya. Misalnya penulis merasa ada di situ kondisi saat nominal pendapatan bertambah, "kebutuhan" pun seolah ikut bertambah. Sehingga ini memicu stres.
 
Untuk menyiasati hal ini, Be-emers bisa gunakan indikator berikut:
  • Produk esensial: Jika produk tersebut selalu habis dipakai untuk keperluan pokok, maka itu masuk kebutuhan.
  • Pakaian dan atribut: Jika pakaian tersebut sering dipakai, bahkan mendukung produktivitas kerja, maka pakaian tersebut juga dihitung sebagai kebutuhan.
  • Zero food waste: Pastikan juga tidak ada makanan yang terbuang. Sampah makanan adalah bentuk pemborosan yang seharusnya anggaran tersebut bisa dialokasikan ke kebutuhan lain.
 

3. Atasi Belanja Impulsif dengan Penghemat Lain

Mengatur pos keuangan dengan anggaran terbatas seringkali memicu stress. Dampaknya, kita seringkali terjebak pada self-reward atau belanja impulsif sebagai pelarian.
 
Hal ini sangat manusiawi, Be-emers. Kedisiplinan finansial seseorang memang memiliki naik turun. Namun, lakukan kompensasi positif. Misalkan habis menghadiahi diri sendiri dan merasa itu terlalu berlebihan, maka Be-emers bisa mengurangi uang jajan untuk diri sendiri.

Begitu pula saat mengeluarkan uang secara berlebihan untuk belanja, segera lakukan penghematan di pos lain sehingga keuangan tetap seimbang.