Be-emers, ketika penulis mendengarkan ceramah di malam pergantian Tahun Baru Islam di mushola dekat rumah, tiba-tiba ada rasa penyesalan di hati penulis. Ke mana waktu penulis selama setahun ini? Apakah sudah ada 40 persen dari target yang berhasil dicapai? Bagaimana cara memperbaikinya? Mulai dari mana? Dan apa yang harus dilakukan?
Namun, alih-alih terus mencemaskan hal tersebut, penulis segera bangkit. Momen Tahun Baru Islam harus dimanfaatkan dengan baik. Harus dimulai dengan hal yang baik.
Dan berikut adalah 5 strategi modifikasi manajemen waktu yang bisa Be-emers terapkan agar lebih produktif di tahun yang baru ini.
5 Strategi Manajemen Waktu di Tahun Baru Islam untuk Dongkrak Produktivitas
Berikut adalah 5 strategi manajemen waktu di tahun baru Islam untuk dongrak produktivitas yang bisa kamu terapkan:
1. Menerapkan Pendekatan POAC
Be-emers, dalam dunia manajemen, ada suatu formulasi yang disebut POAC, yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan), dan Controlling (Pengawasan).
- Planning: dapat dilakukan dengan menuliskan semua rencana dan target besar kita secara keseluruhan.
- Organizing: selanjutnya bagi rencana tersebut berdasarkan urutan prioritas.
- Actuating : jalankan rencana tersebut sesuai dengan urutannya.
- Controlling: buatkan checklist agar kita tahu mana yang sudah berhasil dieksekusi dan yang belum.
2. Bekerja Sama dengan Profesional (Mendelegasikan Tugas)
Penulis menyadari bahwa waktu kita sangat terbatas. Sebagai seorang pebisnis misalnya, tidak mungkin jika semua hal dikerjakan sendiri, mulai dari produksi hingga pemasaran. Ini akan membuat kita lelah, waktu habis, dan bisnis akan jalan di tempat atau tidak segera berkembang.
Oleh karena itu kita bisa mulai mencoba untuk mulai mendelegasikan tugas kepada para profesional di bidangnya.
Jika kita tidak punya waktu di bagian produksi dan pemasaran misalnya, rekrutlah orang yang kompeten di kedua bidang tersebut.
Catatan Penting: bekerja sama dengan orang lain sebaiknya tidak hanya didasarkan pada motif mencari keuntungan.
Berpeganglah pada prinsip kerja sama yang saling menguntungkan, agar keran komunikasi dua arah tetap terjaga.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.