Bijak atur keuangan (Sumber gambar: Pexels)
Enggak terasa ya, Be-emers?
Enam bulan lagi kita sudah di penghujung akhir tahun. Berbagai trend sudah dilalui.
Mulai dari "enggak ngopi enggak hidup", outfit ootd yang selalu berganti, hingga hangout di tempat-tempat hype akhir pekan.
Makin ke sini makin ke sana, seolah sudah menjadi standar baru dalam bergaul, kan Be-emers?
Karena hal ini nih, Be-emers. Banyak dari kita yang terjebak dalam lingkaran setan bernama lifestyle inflation. Kita begitu sibuk membangun personal branding sebagai young professional yang settle di mata orang lain.
Padahal, keuangan kita sebenarnya hanya cukup untuk bertahan hidup, bukan kasih makan instagram.
Ironi ya, Be-emers.
Baca Juga: Beban di Balik Turunnya Rupiah, Cukup Hanya Menabung?
Gaya hidup kita ini seakan sudah telanjur high-end, tapi sebenarnya keuangannya masih di level low-budget. Lantas, sampai kapan kita mau bertahan dalam kepura-puraan finansial ini, Be-emers?
Di tengah situasi yang lagi chaos kayak gini, jadi gimana sih caranya biar tetap bisa hidup sesuai budget in this economy?
1. Beli sesuai Kebutuhan, Hindari FOMO
Bagi kaum yang mending-mending, tren terkini kadang dipaksakan demi gengsi belaka.Alasannya ingin membangun personal branding tapi yang terjadi malah blunder karena memaksakan diri membeli barang di luar kemampuannya, Be-emers.
Padahal kalau hidup apa adanya hidup jadi jauh lebih aman dan tentram dan bisa lebih fokus upgrade diri sendiri, Be-emers.
Mulai sekarang, yuk stop untuk FOMO. Boleh banget sesekali ikutan tren biar tetap kelihatan up-to-date, Be-emers. Tapi, harus bijak memilah tren mana yang memang membawa value positif buat kamu ya.
2. Mulai Belajar Investasi
Sekarang udah banyak banget nih pilihan instrumen investasi digital yang bisa kamu jangkau dengan mudah lewat smartphone, Be-emers. Ada reksa dana, saham, emas digital, hingga surat berharga negara yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.Jadi, kamu engga perlu nunggu punya modal besar. Mulai aja dulu dari nominal kecil tapi konsisten. Apalagi, kalau kamu kebetulan sudah punya uang dingin.
Baca Juga: Menabung, Investasi, dan Dana Darurat: Mana yang Harus Diprioritaskan?
Jadi, lebih aman lagi buat menambah passive income. Tapi ingat ya Be-emers, prinsip dasar keuangan itu "high risk, high return".
Jangan gampang tergiur dengan iming-iming investasi bodong yang instan dan hasil yang besar.
Kinanthi Ratri Sary
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.