5 Keuntungan Kolaborasi Bisnis Furniture ala Praba Living yang Bisa Kamu Tiru

Kunci Sukses Bisnis Furnitur: Belajar Teori Kolaborasi ala Praba Living. Sumber Gambar Instagram Praba Living

Kolaborasi bisnis furnitur bisa lebih menguntungkan…asal dilakukan dengan orang yang tepat dengan prinsip saling menguntungkan. 

 
Sebagai contoh, pebisnis kawakan, Bill Gates mau berkolaborasi dengan proyek bisnis apapun, asal proyek tersebut memang memiliki prospek yang bagus, berpotensi, dan dijalankan oleh orang yang dapat dipercaya.

Bill Gates sendiri juga memiliki prinsip semakin banyak membantu orang lewat kolaborasi semakin banyak rezekinya.
 
Nah, gimana nih di bisnis furnitur?
 
Ternyata Kak Anisa Sirman dan Dinda Muchtar founder brand furnitur Praba Living bisa membuktikan teori Kolaborasi tersebut lewat bisnis furnitur yang mereka bangun.
 

5 Keuntungan Kolaborasi Bisnis Furniture ala Praba Living yang Bisa Kamu Tiru

Berikut 5 keuntungan dari kolaborasi dalam bisnis furnitur yang bisa kita contek dari Praba Living:


1. Tempat Terbaik untuk Bertukar Pikiran

Be-emers, pernah mengalami suatu momen ketika kita punya ide yang sangat bagus di dalam pikiran, tetapi sulit mengomunikasikan dan mewujudkan ide tersebut ke wujud nyata? Adanya kolaborasi dapat mengatasi hal ini.
 
Atau juga ide furnitur yang serasa sudah lengkap, bagus, dan sempurna, ternyata setelah dicek orang lain, ada yang kurang. Inilah yang dilakukan oleh Kak Anisa Sirman dan Dinda Muchtar, saling melengkapi untuk menghasilkan produk Praba Living yang matang.
 

2. Memancing Munculnya Ide-Ide Segar

Desainer ternama, Miuccia Prada, justru melakukan kolaborasi dengan orang yang berseberangan pendapat dengannya agar diperoleh ide-ide yang segar. 
 
Ketika berbisnis furnitur, kolaborasi tidak harus dengan orang yang berseberangan dengan kita. Tetapi kita bisa memilih rekan yang satu visi dan misi, yang akan melahirkan ide-ide yang segar, seperti Kak Anisa Sirman dan Dinda Muchtar.
 

3. Menjaga Standar Quality Control (QC)

Ada kalanya bagi seorang pebisnis tunggal, karena dia sudah bekerja keras dan bekerja sebaik mungkin, ketika ada sedikit kekurangan dia tidak merasakannya. Atau enggan mengakuinya karena sudah all out mengerjakan proyek tersebut. 
 
Dengan kolaborasi, mau tidak mau, suka tidak suka, pihak yang kita ajak berkolaborasi akan mengingatkan kita secara objektif, untuk memperbaiki ulang furnitur tersebut, agar kualitasnya dalam kondisi prima.