Manager AI Google Undur Diri Usai Kontroversi Pemecatan Dua Peneliti

Manager AI Google Undur Diri - Canva

Like

Sebagai perusahaan teknologi terbesar di dunia, Google enggak lepas dari berbagai kontroversi nih. Bahkan, baru-baru ini, manager AI Google dikabarkan mengundurkan diri lho!

Hal itu terjadi menyusul kabar kontroversial, yang mana dua peneliti wanita dikabarkan dipecat dari Google. Benarkah begitu?

Manager AI (Artificial Intelligence) Google yang bernama Samy Bengio, dikabarkan Bloomberg, akan pergi untuk mengejar peluang lain. 

Baca Juga: Google Bakal Punya Teknologi Sleep-Sensing, Apa Itu?
 

Pemecatan Dua Peneliti AI Google

Padahal, Bengio adalah pendukung kuat peneliti AI di Google, yakni Timnit Gebru dan Margaret Mitchell. Kedua peneliti Google tersebut sebelumnya memimpin tim ethical AI Google.

Sayangnya, Gebru terpaksa harus dipecat pada bulan Desember 2020 lalu. Padahal, saat itu ia tengah mengerjakan makalah tentang bahaya model bahasa besar.


Sementara itu, menyusul Gebru, Mitchell juga diberhentikan pada Februari 2021. Hal itu terjadi setelah ia kedapatan menggunakan skrip untuk mencari emailnya guna mencari bukti diskriminasi terhadap Gebru.

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, dilansir The Verge, Bengio mengatakan dia "tercengang" dengan apa yang terjadi pada Gebru.

Alhasil, pemecatan tersebut memicu kemarahan di seluruh industri teknologi. Bahkan, banyak peneliti menolak pendanaan atau peluang lain dari Google lho!

Enggak hanya Bengio, dua engineer Google juga keluar dari perusahaan sebagai protes, mengutip pemecatan Gebru sebagai alasan utama pengunduran diri mereka.

 

Google - Canva

 

Enggak Menyinggung Aksi Pemecatan Sebelumnya

Di sisi lain, setelah kepergian Gebru, Google mengatur ulang departemen penelitiannya. Google dikabarkan telah menempatkan tim AI di bawah kepemimpinan Marian Croak. 

Buat kamu yang belum tahu, Marian Croak merupakan seorang pemimpin di departemen teknik Google. Sayangnya, menurut Bloomberg, hal tersebut telah “memotong” tanggung jawab Bengio sebagai manager AI Google.

Meski begitu, dalam surat perpisahannya, Bengio mengatakan sementara kini ia tengah menantikan tantangan berikutnya. Bengio juga mengaku sulit untuk meninggalkan Google Brain tanpa menyebutkan pemecatan Gebru atau Mitchell.

Baca Juga: Google Ads VS The Trade Desk, Persaingan Sengit dalam Iklan Digital