#Bangkitdaripandemi: Cerdas Berbisnis di Masa Pandemi

Budidaya lele sekaligus menanam kangkung kini bisa dilakukan di lahan sempit.

Like

Tidak ada yang tahu masa depan akan seperti apa, bahkan besok kita masih hidup atau tidak kita tidak bisa memastikan itu secara pasti.  Manusia hanya  bisa berencana dan berusaha sementara hasil akhir ada yang Maha Kuasa yang menentukan segala sesuatu.

Pun demikian dengan terjadinya pandemi saat ini, siapa yang menyangka akan terjadi dan berakibat begitu besar. Makhluk kecil mungil bernama virus corona covid-19 ini telah mengubah berbagai  tatanan kehidupan di dunia ini.  

Kejutan dari virus ini begitu cepat hingga banyak yang tidak siap menghadapi dan bersegera beradaptasi dengannya.  Perekonomian pun terdampak begitu besar, karena banyak hal yang tidak bisa berjalan normal seperti biasa.  Banyak yang kehilangan pekerjaannya dalam sekejap hingga akhirnya tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan bahkan untuk kebutuhan primernya sekalipun.

Tentu saja menghadapi semua ini dibutuhkan kekuatan mental untuk segera bangkit.  Tidak  boleh ada kesempatan untuk menyalahkan nasib lalu kemudian hidup  penuh dengan keluh kesah, menghabiskan energi.  Kalau itu yang kita lakukan sudah bisa dipastikan hidup kita menjadi orang yang gagal dan tidak bahagia.


Cerdas Menangkap Peluang

Saat kita kehilangan, bukan berarti harus terus merenungi kehilangan tersebut tapi yang kita lakukan adalah bangkit dan menjadikan itu sebagai sebuah pembelajaran.  Seperti yang diungkapkan Morgan Wooten :

Anda belajar banyak dari sebuah kekalahan daripada sebuah kemenangan.  Anda belajar bagaimana untuk terus berjalan.


Mereka yang bermental pemenang akan menjadikan apa yang terjadi sebagai sebuah sarana berproses menjadi pribadi yang lebih tangguh.  Ungkapan Mohammad Ali seorang petinju legendaris berikut ini sepertinya tepat dianalogikan dengan ini.  "Saya membenci sesi latihan setiap menitnya, tapi saya berkata, Jangan berhenti.  Menderita sekarang dan jalanilah sisa hidup Anda sebagai seorang juara".

Allah SWT tidak akan menguji sesuatu kepada kita bila kita tidak sanggup menghadapinya, ujian diberikan kepada kita karena Allah SWT Maha Mengetahui kita sanggup menghadapinya.  Dan kita harus meyakini ini, karena Allah SWT tidak mungkin berdusta.  

Saat kita bangkit dan berusaha kemudian fokus terhadap solusi bukan pada masalah yang ada maka akan terbentanglah banyak kesempatan di tengah pandemi ini.

Banyak hal yang bisa kita lakukan walau di rumah saja, dengan fokus pada apa yang harus kita lakukan maka terbukalah kesempatan itu.  Singkatnya kita harus bisa meraih peluang yang kita temukan dengan banyak mengamati alam sekitar, menggali potensi diri dan passion kita.

Seperti yang dilakukan Ifa adik iparku misalnya, saat bisnis Rumah Lulur  nya terdampak pandemi, yang Ifa lakukan adalah mencari peluang dan mengambilnya.  Sebagian orang ada yang mengambil peluang dengan berbisnis Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker, hand sanitizer, face shield dan lainnya.  Sementara itu Ifa berbisnis baju yang biasa dipakai di rumah oleh para ibu.

Dengan brand Keira Homewear Ifa memproduksi daster dengan tampilan yang menarik dan tidak pasaran.  Terbuat dari katun jepang yang adem, dijahit dengan rapi jadilah daster produk Keira Homewear ini daster yang banyak diminati para ibu yang sekarang harus banyak di rumah saja.


Peran Penting Reseller Online

Sebagian besar pemasaran Keira Homewear dilakukan dengan memanfaatkan sosial media seperti Instagram dan di grup WhatAps, memang masa pendemi ini mengharuskan banyak hal dilakukan secara online.  Memperluas usahanya, Ifa memanfaatkan sanak saudara dan handai taulan sebagai reseller.

Memanfaatkan reseller tentu saja merupakan sebuah langkah yang tepat untuk memperluas usaha.  Hal ini seperti yang juga diungkapkan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki yang dilansir Bisnis.Com dalam artikel yang berjudul Menkop UKM Ungkap Peran Penting Reseller Online.

Teten mengungkapkan bahwa reseller serupa middle man atau pemain tengah yang bisa membantu pangsa produk UMKM lebih luas.  Terlebih, kini peran para distributor penjual kembali ini didominasi anak muda  dan lebih melek dunia digital terutama teknis e-commerce. Teten pun mengungkapkan bahwa banyak para reseller yang berjualan di media sudah sukses dan kini bertransformasi menjadi produsen.  


Asyiknya Hobi yang Menghasilkan

Selain memproduksi barang yang dibutuhkan di saat pandemi, menjualnya atau menjadi reseller hal lain yang bisa kita lakukan adalah menjadikan hobi kita sesuatu yang menghasilkan.  Sesuatu yang berangkat dari hobi maka dalam menjalaninya pun kita akan menikmatinya dengan sepenuh hati.

Seperti hobi menulis yang saya miliki, ternyata dengan menulis kini bisa menghasilkan cuan yang lumayan, misalnya dengan menjadi blogger, content writer atau bahkan kini merambat menjadi buzzer.  Ha yang sah-sah saja, sepanjang tidak bertentangan dengan idealisme yang kita miliki.

Kita juga bisa memanfaatkan lahan yang ada di sekitar kita, dengan bercocok tanam dengan tanaman yang bermanfaat baik untuk ketahanan pangan pribadi atau pun dijadikan sebagai lahan bisnis kita.  Bahkan kini dengan lahan sempit pun kita bisa menanam kangkung sekaligus budi daya lele.

Singkatnya kita harus bangkit dari ketidakberdayaan, banyak belajar dari orang-orang yang sudah sukses, terlebih sekarang kan banyak tersebar ilmu-ilmu luar biasa dari webinar-webinar gratis yang dapat kita ikuti.  Mencari inspirasi dari kelas-kelas online bisa membuka peluang usaha yang selama ini tidak terpikirkan oleh kita.

Yang harus kita tanamkan dalam diri adalah keinginan untuk mengubah kondisi yang ada harus diiringi dengan aksi yang kita lakukan.  Bukan hanya ingin dan ingin tanpa ada usaha yang kita lakukan.

Seorang Albert Enstein pernah berkata bahwa hanya orang gila yang melakukan hal yang sama secara terus menerus namun mengharapkan hasil yang berbeda.  Oleh karena itu meski pandemi ini masih ada, bukan berarti kita harus menyerah pada keadaan tapi yuk mari kita bangkit, karena harapan itu masih ada  :D