3 Ide Jualan di Bulan Ramadan yang Datangkan Cuan

Sumber gambar: Editing pribadi

Sumber gambar: Editing pribadi


Ketika saya menulis artikel ini, bulan suci Ramadan sudah memasuki hari-13. Kata orang, angka 13 adalah angka sial. Namun, bisa benar-benar sial jika kita tidak memanfaatkan bulan ini dengan ibadah, padahal tidak ada jaminan akan bertemu lagi di tahun depan. 

Pada bulan ini memang puncak-puncaknya ibadah kaum muslimin. Awalnya, banyak orang yang jarang sekali puasa, eh, tiba-tiba sekarang ikut puasa. 

Dari tadinya seperti lokomotif kereta api alias asap rokoknya selalu mengebul, kini bisa direm. Padahal, di motornya sudah pasang rem cakram, mestinya kebiasaan merokok seperti itu bisa dihentikan bukan? Nyambung tidaknya urusan nanti, lah. 

Puasa di bulan Ramadan ini memang terkesan ringan saja karena hampir semuanya ikut berpuasa. Bandingkan dengan puasa sunah. Kita sendiri yang berpuasa, orang lain makan dan minum sembarangan, kita jadi tergoda. Namun, kita harus tabah dan sabar, teman saya namanya Sabarudin, lho! Ini juga nyambungnya di mana?

Selain puasa, bulan suci Ramadan juga bulannya ibadah. Biasanya, tidak pernah salat malam. Kini, salat malam diajukan waktunya, setelah salat Isya, sunah setelah Isya, dan ceramah. 


Ada yang melaksanakannya 11 rakaat dengan salat witir. Ada pula yang 23 rakaat, juga termasuk dengan salat Witir. Ketika bangun sahur nanti, kalau masih ada waktu, bisa ditambah salat sunah lagi. 

Intinya, bulan puasa ini, ibadah jadi terasa lebih ringan. Setan-setan memang dibelenggu, ini bos-bosnya setan. Preman-premannya setan. Sementara yang kroco-kroco masih berkeliaran menggoda. 

Apalagi kita 'kan masih punya hawa nafsu. Jadi, godaan untuk berbuat maksiat akan selalu ada, meskipun kita sedang berpuasa sekalipun. Hah, puasanya cuma sekali? 29 atau 30 kali, Men

Baca Juga: Lima Ide Jualan Ramadan yang Menguntungkan dan Berkah
 

Kesempatan Dapat Cuan di Bulan Ramadan

Selain kesempatan luas beribadah, momen untuk dapat duit juga ada di bulan suci ini. Oleh karena puasa itu berkaitan dengan menahan makan dan minum, maka jualannya juga tidak jauh-jauh dari situ. Tidak sampai 5 meter, lah. 

Apa saja yang bisa menjadi ide jualan di bulan suci Ramadan ini? Saya merangkumnya cukup 3 ide jualan saja. Toh, ini bisa dikembangkan. Dan, memang begitulah, kalau banyak makan, perut memang bisa berkembang, terutama ke depan. 
 

1. Kuliner Takjil 

Ketika mau berbuka puasa, banyak orang ke luar rumah untuk mencari makanan. Itu disebutnya dengan takjil. Saya sendiri mengamati ada begitu banyak jenis takjil. 

Kalau di tempat saya, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, jauh dari Amerika, ada takjil seperti: es pisang ijo, kolak pisang, es buah, es campur, es serut nanas, dan lain sebagainya. 

Biasanya, yang disukai oleh orang adalah minuman dingin, dalam hal ini pakai es. Mungkin karena cuaca panas, atau sebenarnya tidak terik-terik amat, tetapi tenggorokan ini dirasa perlu dimanjakan dengan minuman dingin dan segar. 

Padahal, minuman dingin tiap berbuka puasa itu punya efek yang tidak terlalu bagus, lho! Contohnya adalah sakit radang tenggorokan. Saya pernah mengalami hal itu. 

Selalu minum es tiap buka puasa, alhasil tenggorokan jadi dirasa sangat kurang nyaman. Saran saya, pakai minuman hangat saja. Misalnya, teh hangat. Itu cukup, mau pakai gula dicampur pasir jadinya gula pasir atau tidak pakai sama sekali, terserah masing-masing. 

Nanti, es buah atau es campur bisa disantap setelah salat Maghrib. Jadi, perut sudah tidak terlalu kaget dengan makanan atau minuman seperti itu. 

Dan, memang anjurannya, sih, berbukalah dengan yang manis. Ini repot kalau masih jomblo, meskipun dia minum es buah manis, dia mau pandang siapa yang manis-manis di dalam kamarnya? Posternya Dian Sastro?
 

2. Katering dan Makanan Siap Santap

Jika takjil mengincar orang yang mau berbuka puasa, maka katering bisa menyasar anak kos maupun pekerja kantoran yang sibuk sekali. Mereka tidak sempat memasak makanan, jadi maunya yang instan saja, yang sudah jadi saja. 

Katering dengan menu khas rumahan memang sangat dinikmati karena terasa makan di rumah sendiri, meskipun belum punya rumah. Maksudnya, terasa waktu masih tinggal di rumah orang tuanya. 

Makanan siap santap dalam bentuk katering bisa diantarkan langusung ke rumah orang yang memesan. Apalagi jika tersebut merasa malas ke luar untuk beli makanan, maka katering ini jadi penolongnya. 
 

3. Hampers dan Kue Kering Lebaran

Hampers? Terdengar tidak asing? Ini bukan merek popok bayi lho ya, melainkan sejenis bingkisan yang bisa berisi makanan juga. Contohnya: kue kering: nastar, putri salju, kastengel, dan lidah kucing.

Selain itu, jika tidak cukup dengan makanan, apalagi kalau mau dikasihkan ke saya, maka bisa ditambahkan dengan perlengkapan ibadah, seperti: sarung, baju koko, songkok, ukuran saya 10, dan buku bacaan Islami.

Hampers atau yang biasa disebut dengan parcel itu cocok diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tentu, yang menerimanya akan senang dan makin mengingat kita sebagai rekannya atau keluarga jauhnya.