Bukan Bank, Bukan Koperasi, tapi Credit Union


Selain itu, pinjaman di bank sangat bergantung pada naik turunnya suku bunga. Tentu sangat merepotkan jika suku bunga dikerek ke atas oleh Bank Indonesia. Hal itu tidak berlaku di credit union. Besaran balas jasa berlaku  tetap, tergantung pola kebijakan lembaga yang ditetapkan dalam rapat-rapat anggota.

Bentuk solidaritas lainnya di credit union tercermin dalam santunan duka cita. Setiap tahun, para anggota membayar iuran duka cita dengan besaran yang berbeda-beda di setiap credit union.

Jika ada anggota yang menigngal, maka ahli waris anggota tersebut mendapatkan santuan solidaritas dengan besaran tertentu. Selain itu, tabungan anggota pun dikembalikan seutuhkan kepada ahli waris.

Biasanya pula, ada sistem yang mengarahkan produk simpanan tertentu dan pinjaman dari anggota di credit union diasuransikan.

Dengan demikian, kalau anggota meninggal, produk simpanan tersebut akan dilipatgandakan karena telah diasuransikan, serta pinjaman yang masih berjalan, dinyatakan selesai sehingga tidak membebani ahli waris.


Sistem seperti ini rasa-rasanya tidak akan Be-emers jumpai di bank bukan?


Ubah Karakter dengan Menabung

Pada credit union, kegiatan menabung merupakan fondasi utama. Kegiatan menabung itu membentuk karakter seseorang yang menyisikan pendapatan demi mempersiapkan masa depan. Pola pikir kita diubah bahwa menabung mesti dilakukan dengan menyisihkan pendapatan, bukan menabung jika terdapat sisa pendapatan.

Untuk mengajukan pinjaman dengan besaran tertentu, anggota credit union harus memiliki tabungan dengan besaran tertentu pula sebagai simpanan padanan. Hal ini mengandung filosofi bahwa jika kita ingin mendapatkan suatu hasil (pinjaman), kita mesti berusaha dan rela berkorban (menabung). Filosofi ini sangat bertolak belakang dengan pinjaman daring.

Di Indonesia, gerakan credit union banyak berkiprah di daerah-daerah yang bukan merupakan pusat kota atau pusat pertumbuhan. Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Sumatra Utara (Sumut) merupakan daerah yang patut dikedepankan jika berbicara soal credit union.

Di provinsi-provinsi ini, banyak masyarakat mengakses layanan keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti membiayai pendidikan, perumahan, modal usaha dan lain sebagainya, dari lembaga credit union.

Oh iya, di Indonesia, banyak credit union yang juga bertransformasi semakin canggih mengikuti perkembangan zaman, dengan menghadirkan layanan mobile banking untuk mengakses simpanan, pinjaman, atau pembayaran digital lainnya.

Dengan melihat berbagai nilai positif dari gerakan credit union, kira-kira, apakah Be-emers mau bergabung dalam gerakan credit union di Indonesia?








---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung