Langkah Cerdas Kelola THR, Investasi atau Menabung?

Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (Sumber gambar : unsplash.com)

Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (Sumber gambar : unsplash.com)


Be-emers, THR alias Tunjangan Hari Raya merupakan momen yang banyak ditunggu menjelang Lebaran. Bukan tanpa sebab, selain sebagai tambahan uang, THR banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya.

Kalau biasanya pengeluaran setiap bulan kita tidak terlalu besar, maka menjelang Lebaran pengeluaran kita akan membengkak.

Salah satunya karena adanya pengeluaran selain belanja bulanan, seperti membayar zakat, persiapan mudik, perlengkapan untuk merayakan Lebaran dan angpau bagi sanak saudara.

Banyak orang merasa bahwa dana THR itu hanya numpang lewat di rekenng mereka. Padahal jika dikelola dengan bijak, THR dapat memberikan manfaat bagi keuangan kita dalam jangka waktu yang panjang.

Be-emers, pilihan untuk mengalokasikan THR supaya bermanfaat bagi kehidupan finansial kita antara lain berupa investasi dan tabungan.
 

THR Baiknya untuk Investasi atau Tabungan?

Banyak orang yang masih merasa galau untuk memilih bentuk penyimpanan sisa THR mereka, apakah untuk investasi atau dalam bentuk tabungan.


Baca Juga: Kelola THR dengan Bijak: Tips Cuan Mengelola Uang Lebaran

Nah Be-emers, simak beberapa langkah di bawah ini supaya kamu tidak bingung menentukan dana kita akan digunakan untuk investasi atau tabungan.


1. Susun Anggaran Pengeluaran

Mengutip dalam laman banksaqu.co.id, hal pertama yang wajib kita lakukan saat menerima THR adalah menentukan prioritas pengeluaran dan menyusun anggaran pengeluaran, karena dengan membagi uang THR, kita dapat mengontrol pengeluaran dan menghindari pemborosan.

Hal tersebut juga akan membantu kita untuk dapat mengalokasikan supaya THR dapat ditabung atau dinvestasikan.
 

2. Pastikan Dana Darurat Aman

Dana darurat merupakan prioritas pnting dalam perencanaan keuangan, jadi sebelum memutuskan untuk berinvestasi pastikan kita memiliki dana darurat dengan jumlah ideal, mengutip dalam laman bisnis.com, jumlah ideal dana darurat adalah 6-12 kali pengeluaran bulanan.

Dana darurat dapat disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito, yang likuid apabila ingin segera dibutuhkan.