Sensasi Menyesap Jamu Kekinian di Kota Tua


Segelas beras kencur andalan akan membuat tubuhmu kembali bertenaga menjelajah Kebun Raya. Bahkan, warga lokal yang sudah kenal terbiasa memesan jamu Bu Tuminah dalam kemasan botolan. Tentunya harus dipesan jauh hari karena cepat habis, begitu kata Bu Tuminah.

Jamu gendong sendiri sudah tua usianya. Mengutip buku Jamu Gendong Solusi Sehat Tanpa Obat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tradisi meramu dan minum jamu diyakini sudah ada sejak berabad-abad silam. Meracik jamu bahkan telah menjadi tradisi sejak kerajaan Hindu dan Buddha berkuasa di Nusantara.

Bukti keberadaan tradisi ini tergambar dalam relief Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Penataran, Candi Sukuh, dan Candi Tegalwangi. Sejarah jamu gendong juga tertulis dalam Serat Centhini (1814 M) dan Kawruh Bab Jampi-Jampi Jawi (1858 M) yang memuat 1.734 resep ramuan jamu.

Dahulu, jamu diracik khusus hanya untuk raja, permaisuri, pangeran, dan putri keraton agar tetap bugar dan rupawan. Melansir Detik, pada masa Kerajaan Majapahit, jamu menjadi bintang yang disajikan pada upacara kerajaan bagi raja dan keluarganya.

Ada delapan jenis jamu yang dikonsumsi yaitu kunyit asam, beras kencur, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, uyup-uyup, gepyokan, dan sinom. Keseluruhan jamu ini turut melambangkan delapan arah mata angin dan simbol Surya Majapahit. Kita beruntung hidup di masa kini, jamu sudah bebas diminum semua golongan.


Namun kalau dipikir, jamu tok memang bercita rasa pahit. Muncullah jamu berkonsep kekinian seperti Acaraki agar generasi muda doyan minum jamu dan tidak melupakan minuman tradisional yang sudah tergolong tua ini.

Tak ingin dibalap zaman, kini banyak penjual jamu gendong berinovasi dengan metode penjualan yang lebih modern, yakni menggunakan sepeda atau gerobak dorong. Walau begitu, jamu yang dijajakan sama dan tentu tak kehilangan khasiat.

Hematku, kafe jamu anti-mainstream adalah kreativitas untuk bisa menyelami gaya hidup anak muda. Jangan sampai jamu kalah dengan kopi yang menjamur di segala sudut itu.

Aku optimis jamu gendong masih banyak dicari. Bu Tuminah dan gendongannya di Kota Hujan menjadi bukti nyata.







---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung