Fokus pada Narasi: 5 Tips Menulis Esai Beasiswa Supaya Lolos Seleksi

Fokus pada Narasi, berikut 5 Tips Esai Lolos Seleksi Beasiswa . Sumber gambar t Adobe Express

Fokus pada Narasi, berikut 5 Tips Esai Lolos Seleksi Beasiswa . Sumber gambar t Adobe Express

Be-emers, kata beberapa ahli yang telah lolos seleksi, menulis esai beasiswa bukan sekadar pamer prestasi.

Lebih dari itu, harus menggunakan trik khusus ketika menuliskan: 1) siapa diri kita; 2) apa yang sudah kita lakukan; dan 3) mengapa dunia butuh kita (lewat ilmu pengetahuan spesifik yang kita miliki).
 
Jika kita sudah punya ilmu yang spesifik, pengalaman, dan ditambah keahlian tertentu, maka kita seolah sudah seperti punya “bahan-bahan baku" yang premium, yang dapat digunakan untuk diolah menjadi esai beasiswa yang memikat.
 

Fokus pada Narasi: 5 Tips Menulis Esai Beasiswa Supaya Lolos Seleksi

Berikut adalah tips menulis esai beasiswa supaya lolos seleksi yang bisa kamu terapkan: 


1. Strategi The Big Why atau Benang Merah

Misalnya nih, penulis adalah seorang lulusan pertanian, sangat menggemari pelajaran biologi, pernah magang di industri yogurt dan industri sarang burung, punya hobi menulis, waktu kuliah juga cukup senang berorganisasi.
 
Maka, ketika membuat esai, kita bisa gabungan hal-hal di atas.
 
Narasinya bukan sekedar “Saya adalah lulusan pertanian yang menggemari ilmu biologi biologi dan mengerti fermentasi yogurt..”. Tetapi, “Saya belajar bahwa bahkan perbedaan suhu yang kecil, yaitu 1-2°C, akan menentukan nasib jutaan bakteri Lactobacillus, yang menentukan tekstur dan kualitas produk yogurt kami.”.

Baca Juga: 5 Tips Jitu Lolos Beasiswa Luar Negeri
 
Artinya ada masalah spesifik di pangan atau industri pangan yang ingin kita dalami dan perbaiki dengan ilmu kita dari luar negeri.
 

2. Tonjolkan Pengalaman Praktis dengan Menerapkan STAR

Yang berarti, penulis nih misalnya, bisa menunjukkan gabungan antara kegemaran terhadap biologi dan pengalaman magang penulis di bidang yogurt dan sarang burung, sebagai aset besar. 
 
Jadi jangan sekedar menulis, "Saya telah magang di industri…", 
 
Tetapi, “Kegemaran saya pada ilmu Biologi membantu saya memahami suatu proses ketika magang di industri yogurt bahwa mengontrol kultur bakteri dapat mengefisiensi produksi..”
 
Disinilah kita menerapkan Situation, Task, Action, Result (STAR). Yang ini akan membuat profil kita autentik di mata para panelis internasional.
 

3. Integrasikan Pengalaman 

Tidak terbatas pada pengalaman berorganisasi lho Be-emers, jadi jangan berkecil hati dulu jika bukan seorang penggiat organisasi ya.. Be-emers juga bisa menggunakan pengalaman selama melakukan penelitian misalnya.
 
Pengalaman ini identik dengan kerja sama. Para pemberi beasiswa juga lebih akan memberikan beasiswanya kepada orang yang akan membawa dampak. Jadi pengalaman ini dapat dijadikan bukti.
 
Be-emers bisa menulis, "Melalui pengalaman penelitian di laboratorium, saya belajar mengelola konflik, yang bisa saya terapkan saat berkoordinasi dengan tim pengendalian mutu di pabrik yogurt..."