Sambut Hamnet Di Bioskop Indonesia, 5 Alasan Harus Kamu Nonton!

Hamnet, 2026 (Sumber: IMDb)

Hamnet, 2026 (Sumber: IMDb)


"Keep your heart open"


Ketika mendengar nama “Shakespeare” atau karya-karyanya seperti Romeo & Juliet dan Macbeth, pastinya sudah gak asing, bukan?

Tapi kali ini, kisah yang diangkat justru datang dari sisi yang berbeda, yaitu kehidupan keluarganya. Kabar baiknya, film Hamnet akhirnya tayang di Indonesia dan siap membawa penonton ke pengalaman emosional yang sunyi, dalam, dan akan membekas di hati para penonton. 

Diadaptasi dari novel karya Maggie O’Farrell (2020), Hamnet membayangkan bagaimana kehilangan anak William Shakespeare dan Agnes Hathaway menjadi inspirasi di balik lahirnya tragedi terbesar sepanjang masa, Hamlet.

Disutradarai oleh Chloé Zhao dan dibintangi Paul Mescal serta Jessie Buckley, film ini bukan sekadar drama sejarah, melainkan potret tentang cinta, kehilangan, penyesalan, amarah, dan rindu.


Perbedaan Cara Agnes dan William Menghadapi Kehilangan

Hal yang membuat Hamnet terasa begitu membekas bukan hanya pada tragedinya, tetapi bagaimana film ini menggambarkan kesedihan sebagai pengalaman yang sangat personal.


Agnes memproses duka melalui ingatan, sentuhan, dan hubungan emosional dengan alam, sementara William memilih menjauh dan tenggelam dalam pekerjaannya.

Perbedaan ini tidak membuat mereka saling menjauh karena kurang cinta, melainkan menunjukkan bahwa setiap orang berduka dengan cara yang berbeda, bahkan dalam keluarga yang sama.


Hamlet sebagai Hasil dari Luka Pribadi Shakespeare

Bagi William, berkarya menjadi satu-satunya cara untuk menghadapi rasa bersalah yang tidak bisa ia ucapkan. Penulisan Hamlet bukan sekadar pencapaian sastra, tetapi bentuk penyesalan diri atas ketidakhadirannya di saat anaknya paling membutuhkan.

Setiap dialog menjadi cara untuk mengabadikan kehilangan tersebut, menjadikan karya seni sebagai ruang untuk berdamai dengan luka yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya.