Review Sharing With Blogger: Ungkap Motivasi dan Dapat Cuan dari Kompetisi Menulis

Sumber gambar: Editing pribadi

Sumber gambar: Editing pribadi


Ngabuburit kamu biasanya ngapain? Apa ketika ngabuburit, kamu sambil menunggu buka puasa? 

Saya pernah teringat ada siaran radio waktu saya masih di Jogja. Seseorang mengatakan, "Yuk, kita ngopi-ngopi dulu sambil nunggu buka puasa!"

Kira-kira, mau dicoba yang begitu? 


Ngabuburit Menambah Ilmu 

Kalau ngabuburit cuma nongkrong tidak jelas, duduk di atas jok motor atau di pinggir jalan, melihat orang yang juga sedang melihat kita, itu gunanya untuk apa?

Hanya sekadar menghabiskan waktu dan terlihat sia-sia. Apalagi dilakukan setiap hari. Duh, nilai apa yang bisa didapat dari situ? 

Apakah yang nongkrong itu merasa tampan atau cakep? Terus merasa dilirik oleh cewek-cewek? Hadeh.


Padahal, wajah ini ketika muda memang terlihat cakep, tetapi bagaimana kalau tua? Tidak ada bukan yang makin tua makin cakep? 

Nah, yang bisa diandalkan adalah isi pikiran. Apapun yang kita masukkan ke dalam otak secara positif, maka itulah yang menjadi keunggulan kita. Terlebih ini menyangkut ilmu yang sangat berguna sekarang maupun di masa depan. 

Ilmu yang dibahas di sini adalah tentang menulis. Wah, Mas, sekarang orang Indonesia itu malas membaca, kok malah kita yang mau menulis? 

Eits, jangan salah! Tidak semuanya orang Indonesia malas membaca. Ada pula yang memang tidak rajin membaca. Yah, sama saja. 

Intinya begini, daripada ngabuburit tanpa ilmu, tanpa makna, dan tanpa makan pula, maka lebih baik diisi dengan acara yang bermanfaat. Salah satunya adalah yang telah dibuat oleh Bisnis Muda Academy. 


Ngabuburit Sambil Mendengarkan Strategi Menulis dari Sang Juara

Secara manusiawi, kita akan senang ketika berbahagia. Dan, kita berbahagia jika berhasil meraih prestasi. Bagaimana jika yang dihadirkan di sini adalah pemenang lomba atau kompetisi menulis?

Yap, narasumber yang diundang oleh Bisnis Muda Academy adalah Ria Theresia Situmorang. Kakak yang satu ini adalah Juara II Bisnis Muda Competition sekaligus menjadi member dari Bisnis Muda. 

Melalui format webinar dalam aplikasi Zoom Meeting, dilaksanakan kemarin, Jum'at (27/2/2026) dimulai pukul 15.00-16.00 WIB. Saya berada di Sulawesi Tenggara, berarti dimulai pukul 16.00-17.00 WITA, entahlah kalau WATI. 

Ketika membahas tentang lomba yang telah dimenangkannya sebagai juara 2, Kak Ria menulis tentang ayahnya yang kerja di perkebunan atau di bidang pertanian. 

Cerita ini bisa menjadi unggul mungkin karena sisi personalnya yang tidak ada di tulisan lainnya. 

Baca Juga: Langkah Menulis Esai Beasiswa: Kuncinya Lewat Brainstorming!


Sering Kena Writer's Block Ketika Menulis? Ini Cara Mengatasinya

Kak Ria juga menyebutkan tentang writer's block. Ini adalah penyakit yang sering menghinggapi para penulis. Obatnya memang tidak tersedia di apotek, apalagi di toko bangunan. 

Menurut Kak Ria, ada tiga cara untuk mengatasi writer's block. Pertama, menulis dengan bullet point. Kedua, jika merasa overload atau penuh beban tulisan, istirahatlah. 

Dan, yang ketiga adalah memanfaatkan AI untuk melakukan brainstorming. Jadi, AI bukan dipakai untuk menulis semuanya, tetapi bisa untuk menggali ide lebih jauh, lebih dalam, bahkan bisa lebih dalam dibandingkan sumur bor kamu di rumah. 

Dia juga menyebutkan tentang mencari cuan dari dunia menulis, salah satunya adalah melalui kompetisi menulis. Selain itu, sebagai bagian dari cara untuk bersemangat terus dalam menulis adalah mencari komunitas penulis. 

Nah, di Bisnis Muda ini adalah komunitas yang sangat tepat karena di dalamnya memang banyak penulis. Kalau sudah begitu, bisa saling sharing karya, pengalaman, saran, kritik, dan yang lainnya, kecuali mungkin mengirim makanan buka puasa. Ini yang memang jauh, apalagi ke tempat saya di Sulawesi Tenggara.  

Lalu, bagaimana kiat memenangkan lomba menulis menurut Kak Ria? Dia menjawab ada tiga caranya, yaitu: punya target dalam menulis, memperhatikan atau mempelajari gaya pemenang, mungkin bisa di lomba sebelumnya kalau ada, dan usahakan untuk mengirimkan lebih dari satu tulisan untuk lomba tersebut. 

Sesuai dengan yang dijelaskan Kak Ria, mengangkat cerita personal pada dasarnya untuk menghindari kesan menggurui.

Ya, inilah salah satu yang membuat kita jadi malas membaca, kesannya menggurui dan kita jadi memuridi. Ada guru, ada murid, ya 'kan? 

Bisa jadi, ada suatu lomba menulis yang kita tidak terlalu paham sebelumnya. Caranya, kata Kak Ria, bisa dengan belajar langsung dari ahli. Bisa lewat tulisan-tulisannya atau buku-bukunya.