3 Tips Mudik dan Berkumpul Keluarga Secara Utuh Tanpa Distraksi Gawai 

3 Tips Mudik dan Berkumpul Keluarga secara Utuh tanpa Distraksi Gawai. Sumber Gambar Adobe Express

3 Tips Mudik dan Berkumpul Keluarga secara Utuh tanpa Distraksi Gawai. Sumber Gambar Adobe Express

Like

Be-emers, mudik memang waktu yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu. Apalagi kalau mudik sekaligus digunakan untuk momen liburan, tambahlah ditunggu. 
 
Tetapi sayangnya bersamaan hal itu, entah karena sebenarnya kita seperti ‘kesepian’ di tengah keramaian akhirnya bersandar pada gawai, atau karena gabut dan berakhir bersandar pada gawai.

Bisa juga dengan alasan mengabadikan momen-momen indah yang berakhir pada pegaangan gawai...terus, entah.
 

3 Tips Mudik dan Berkumpul Keluarga Secara Utuh Tanpa Distraksi Gawai 

Berikut adalah tips mudik dan berkumpul keluarga secara utuh tanpa distraksi gawai yang bisa kamu lakukan: 
 

1. Lebih Peka dengan Memori Multisensori di Lingkungan Sekitar

Jangan terlalu menggantungkan diri ke gawai ya Be-emers. Photo-Taking Impairment Effect merupakan suatu kejadian, jika kita terlalu fokus membidik suatu momen lewat lensa gawai, otak kita cenderung akan menyerahkan tugas mengingat memori-memori tersebut kepada gawai.

Yang berakibat: 1) kita tidak fokus pada kegiatan kita saat itu, 2) me time bersama orang terdekat dan terkasih terganggu, 3) ingatan alami tentang detail kejadian saat itu justru jadi lebih samar.
 
Jadi, selama perjalanan mudik dan jalan-jalan ketika mudik, atur kegiatan yang tidak terlalu banyak gawai. 
 
Alih-alih hanya memotret, kita hanya bisa menyimpan kenangan visual, kita bisa menikmati momen mudik dan jalan-jalan kita tanpa gawai.
 
Misalnya ketika berhenti setelah hujan, kita bisa menikmati bau tanah basah setelah hujan.
 
Suara tawa anak, jika kita mudik dengan anak, saat ia kegirangan melihat sawah ketika istirahat di tepi sawah.
 
Atau genggaman tangan pasangan, jika sudah punya pasangan resmi ya, saat jalan-jalan di suatu tempat.

Baca Juga: Mudik Tanpa Drama: Starter Pack Apa Aja yang Harus Disiapkan?
 

2. Mengobrol dan Berinteraksi dengan Keluarga 

Mudik memang ditunggu-tunggu. Tapi setelah sampai…yah, berbaring sambil lihat gawai. Buka bersama sambil menatap gawai, ngobrol masih sambil pegang gawai lagi, duh!
 
Be-emers, jika kita punya ponakan umur delapan tahun misalnya, itu merupakan masa keemasan ketika diajak ngobrol (asal dia juga tidak candu gawai ya).

Jadi, jika saat mudik ponakan mulai ngajakin ngobrol nih
1) coba hadir secara utuh untuknya, tanpa gawai
2) tatap matanya saat dia bercerita,
3) konfirmasi ceritanya, untuk memastikan kita paham, “jadi ceritanya kamu ketemu teman terus kamu seneng?”
4) beri komentar positif, “wah bagus ya,” misalnya, tapi bukan pemanis bibir dan palsu
 
Terapkan ini juga, kehadiran secara utuh untuk anggota keluarga yang lain. Meski kita tetap sah-sah saja pegang gawa di saat-saat tertentu.
 
Dan ini bisa jadi hadiah terindah bagi ponakan, anggota keluarga lain, atau kita sendiri saat mudik.