Ramadan Hampir Usai: Jangan Sampai 10 Malam Terakhir Berlalu Begitu Saja


Mengurangi Hal-Hal yang Menghabiskan Waktu Tanpa Terasa

Kadang malam terasa lewat begitu saja. Awalnya mungkin hanya ingin membuka ponsel sebentar. Sekadar melihat pesan atau membuka media sosial. Namun tanpa disadari, waktu sudah berjalan cukup lama.

Ada kalanya kita baru menyadari waktu sudah berjalan cukup jauh ketika tanpa sengaja melihat jam. Padahal sebelumnya rasanya hanya sebentar membuka ponsel atau melihat sesuatu di layar.

Hal kecil seperti ini sering terjadi tanpa benar-benar kita rencanakan. Awalnya hanya ingin mengecek sesuatu sebentar. Namun setelah itu berpindah ke hal lain, lalu ke hal berikutnya. 

Tanpa terasa, malam sudah hampir lewat. Kalau kebiasaan kecil seperti ini mulai dikurangi, biasanya kita akan menyadari bahwa malam sebenarnya masih menyisakan waktu. Tidak selalu banyak, tetapi cukup untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti.
 

Malam yang Lebih Tenang untuk Berdoa

Bagi sebagian orang, sepuluh malam terakhir Ramadan terasa sedikit berbeda dari malam-malam sebelumnya.

Ada keinginan untuk lebih banyak diam sejenak. Bukan karena tidak ada kegiatan, tetapi karena ingin memberi ruang bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang biasanya padat.


Baca Juga: Enggak Bisa Puasa di 10 Malam Hari Terakhir Ramadan? Ini Tips untuk Kamu!

Malam sering menjadi waktu yang terasa lebih hening. Setelah aktivitas sepanjang hari selesai, suasananya terasa lebih tenang.

Di waktu seperti itu, banyak orang memilih mengisinya dengan doa. Ada yang membaca beberapa halaman Al-Qur’an, ada yang duduk lebih lama setelah salat, dan ada juga yang hanya mencoba menenangkan pikirannya.

Kadang justru di saat-saat sederhana seperti ini, doa terasa lebih jujur. Kita bisa menyampaikan apa saja kepada Allah tentang harapan, rasa syukur, atau hal-hal yang selama ini mungkin hanya kita simpan sendiri.

Di waktu seperti itu, kita bisa mencoba memperbanyak doa atau sekadar menenangkan pikiran. Malam sering menjadi waktu yang terasa lebih hening, sehingga banyak orang merasa lebih mudah berbicara kepada Allah tentang berbagai hal dalam hidupnya.

Entah tentang harapan yang belum tercapai, rasa syukur atas hal-hal kecil, atau sekadar memohon agar langkah ke depan bisa menjadi lebih baik.

Di saat seperti ini, banyak orang mulai mengingat kembali perjalanan hidup yang sudah dilalui. Ada kesalahan yang ingin diperbaiki. Ada hal yang patut disyukuri. Ada pula harapan yang ingin dipanjatkan untuk masa depan.

Di malam-malam terakhir Ramadan, doa sering terasa lebih tulus. Mungkin karena ada harapan besar untuk dipertemukan dengan malam yang sangat dinantikan: malam Lailatul Qadar.

Be-emers, pada akhirnya sepuluh malam terakhir Ramadan bukan hanya tentang memperbanyak ibadah. Momen ini juga tentang menghargai kesempatan yang mungkin tidak selalu datang setiap tahun.

Ramadan hanya hadir sekali dalam setahun. Dan tidak ada yang benar-benar tahu apakah kita masih akan dipertemukan lagi dengannya di masa depan.

Maka, sayang sekali Be-emers kalau kita melewatkan 10 malam hari terakhir di bulan Ramadan. Ada doa yang pelan-pelan sedang menemukan jalannya untuk dikabulkan.







---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung