Penutupan selat Hormuz ternyata telah berdampak bagi perekonomian global. Secara tidak langsung, akibat invansi Israel-Amerika Serikat terhadap Iran telah membuat berbagai negara melakukan antisipasi. Dalam hal ini pemberlakuan WFH adalah salah satu upaya agar sumber energi dinnegeri ini tetap terjaga.
Pemberlakuan WFH di Indonesia sudah mulai diterapkan sejak 1 April 2026. Pemberlakuan WFH ini menjadi pro dan kontra di masyarakat. Beberapa dari pegawai ASN menyambut baik, beberapa lagi merasa keberatan karena beban tugas terasa makin banyak.
Bahan Bakar Fosil Makin Berkurang
Terlepas dari dampak penutupan selat Hormuz, penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin, solar, dan yang lainnya seharusnya bisa diminimalisir. Bahan bakar fosil yang memang sudah makin sedikit seharusnya bisa dialihkan dengan bahan bakar yang terbarukan. Ini yang makin banyak digalakkan oleh lembaga masyarakat individu, atau perusahaan.
Banyak bahan bakar yang bisa dibuat dari sumber daya alam yang terbarukan. Bio gas yang diperoleh dari kotoran hewan ternak bisa menjanjikan di mzsa sekarang. Bahkan beberapa waktu yang lalu, di media massa menampilkan inovasi anak muda yang mengolah plastik menjadi bensin.
Bukan hanya itu, kita sebagai orang awam pun bisa menghemat energi dari rumah. Bukan tidak mungkin apa yang kita lakukan dari rumah itu akan memberi dampak yang besar bagi keberadaan penggunaan bahan bakar di negeri ini.
Upaya Menghemat Energi dari Rumah
Bila ada yang berkata,"Alah, percuma! Mana bisa kamu menghemat energi dari bawa tumbler gitu!"
Cibiran seperti itu biasanya datang dari orang-orang yang tidak tahu bahwa kita, bagian kecil dari masyarakat ini bisa berbuat sesuatu untuk kebaikan bumi.
Orang yang mencibir seperti itu seharusnya dipahamkan atau diberi paham bahwa sesuatu yang kecil atau besar akan berdampak pada kelestarian alam.
1. Membawa Tumbler Ketika Berpergian
Kegiatan ini terkesan sederhana dan biasa, bukan? Namun, perbuatan seperti itu akan menghemat uang. Nah, kan, bukan menghemat energi.
Coba deh telusuri jalan pikiran ini. Ketika kita membawa tumbler atau wadah makanan sendiri ketika berpergian, berarti kita telah menghemat pembelian belanjaan (makanan atau minuman). Makanan dan minuman yang dijual hampir sebagian menggunakan kemasan, betul?
Kemasan-kemasan itu dibuat dan mengalami proses produksi. Dalam memproses kemasan itu, industri membutuhkan energi dan energi itu diperoleh dari penggunaan bahan bakar fosil.
Alhasil, makin banyak produksi kemasan-kemasan plastik itu, maka makin banyak juga energi yang harus digunakan. Dengan demikian penggunaan tumbler atau wadah makanan akan menghemat penggunaan plastik kemasan yang dibuat dengan pemanfaatan bahan bakar.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.