Sang Manager Keuangan: Peran Ibu dalam Rumah Tangga

Investasi/Foto oleh Robert Lens: pexels.com

Investasi/Foto oleh Robert Lens: pexels.com


Perlahan, satu per satu pekerjaan telah diselesaikannya. Lalu, diambilah sebuah ponsel yang yang sudah lama menemaninya sejak dahulu kala. Saat dia mulai mengenal internet dan blog, dia gunakan kesempatan itu untuk mengisi jeda dalam rutinitas harian sebagai ibu rumah tangga.
 
Di sebuah perumahan yang sederhana, seorang ibu rumah tangga terlihat mendatangi rumah tetangganya dengan menenteng tas. Entah apa isinya. Wah, ternyata, isinya berbagai pakaian wanita, anak, dan laki-laki. Wajahnya tampak lelah, tetapi senyum tetap berada di sana.
 
Berbeda dengan wanita yang terlihat sedang duduk di atas jok motor. Wajahnya tertutup masker berwarna hitam lengkap dengan helm hitam yang selalu dipakainya saat berkendara. Sarung tangan hitam terpakai di kedua tangannya yang erat memegang stir motor. 
 
Lain halnya dengan ibu ini, dengan statusnya sebagai guru dia masih asyik menekuni hobi memasaknya. Pandainya dia membagi waktu membuat dia sanggup menerima orderan pelanggannya. Keren, bukan?
 
Gambaran di atas adalah potret kebanyakan ibu di daerah saya. Mereka hadir di tengah masyarakat yang berusaha menjaga keluarga dengan sebaik-baiknya.

Di tengah rutinitas apa pun, seorang ibu tetap saja bertindak sebagai ibu rumah tangga. Setinggi apa pun jabatan yang dimilikinya, seorang ibu tetaplah seorang yang mengurus rumah tangga.
 

Ibu dan Perannya dalam Rumah Tangga

Dalam mengurus rumah tangga ini, seorang ibu harus pandai. Dia harus menjadi seorang ahli gizi yang baik, perawat anak yang telaten, dan manager keuangan yang baik. Sebagaimana cakupan kerjanya yang banyak itu, seharusnya para ibu diapresiasikan dengan tepat.
 
Apresiasi yang paling baik adalah apresiasi dari suami dan anak-anaknya. Sebagaimana seorang ibu telah menjalankan tugasnya di rumah dengan baik, maka anggota keluarga lain harus menghargai pekerjaannya selama ini.

Terlebih untuk para suami yang telah terbantu dengan berkurangnya pembiayaan atas perawatan anak dan kebutuhan lainnya.
 
Besarnya pengeluaran setiap hari dan bulanan akan menjadi pemikiran suami, tetapi yang paling memikirkan masalah ini adalah seorang istri atau seorang ibu.

Pernah mendengar konten '20 ribu cukup untuk kebutuhan sehari'? Konten serupa bermunculan dan ditanggapi dengan berbagai komentar pro dan kontra.
 
Sebenarnya, jika para ayah menyadari betapa besar peran istri di rumah, maka akan bijak dalam memberikan delegasi kepada istrinya, terutama dalam hal keuangan. Sayangnya, ada beberapa komentar negatif tentang sikap sang suami di konten-konten tersebut. 
 

Ibu adalah Sang Manager Keuangan

Istri yang baik tidak akan pernah berpikir menggunakan uang yang diberikan suaminya untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu, seharusnya para suami harus tahu diri. Kenapa mesti takut istri mengatur keuangan?

Padahal tahu sendiri, ketika diberikan uang 20 ribu, toh sang istri merasa cukup saja. Itu cerita orang. Yang pada kenyataannya tidak begitu. 
 
Kenyataan itu akan menyedihkan jika saat melihat beras, gula, minyak, gas, pulsa listrik habis. Oleh karena itu, sang ibu bisa berinvestasi agar bisa menjaga fluktuasi keuangan rumah tangganya.


Ada beberapa yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga.
 
Pertama, membuat usaha rumahan yang modal sedikit. Misalnya, yang pernah saya lakukan adalah berinvestasi dalam pembudidayaan anggrek spesies dan tanaman buah.

Usaha ini termasuk usaha yang menjanjikan pada masanya, modalnya tidak banyak, tetapi tenaga yang banyak keluar. Namun, semua itu terasa ringan sebab kegiatannya mengasyikan.
 
Kedua, usaha penjualan herbal dan madu dengan sistem konsinyasi atau beli murah, jual terserah kita. Ini juga pernah saya lakukan sebagai usaha tambahan ketika mengajar dulu. Hasilnya, masya Allah tak terduga.