Tentang harga plastik naik dan gaya hidup ramah lingkungan, sumber gambar: editing pribadi
Like
Perang memang menimbulkan dampak negatif yang besar. Apalagi ini masih berkaitan dengan Perang Iran melawan Israel dan Amerika. Apakah nantinya akan berujung kepada Perang Dunia? Entahlah.
Perang yang skalanya lebih kecil, tetapi tidak bisa dianggap remeh adalah "perang" konflik antara suami dan istri. Perang biasanya dimulai dengan bunyi "prang"! Itu artinya piring atau gelas sengaja dipecahkan dan dibanting ke lantai sebagai penanda "perang" dimulai.
Dampaknya mirip dengan perang dunia, meskipun dunia yang lebih kecil, dunia mereka saja, dunia antara suami dan istri yang berkonflik tersebut. Sebab, bagi suami, istri adalah dunianya dan bagi istri, suami adalah dunianya pula. Cieh, cieh.
Nah, kalau membahas perang yang sekarang masih terjadi di Timur Tengah, rupanya terkait juga dengan Selat Hormuz. Iran mengancam menutup selat tersebut atau cuma membiarkan negara-negara tertentu saja lewat.
Selat ini adalah jalur vital bagi 20-30% pasokan minyak global. Kalau ditutup oleh Iran, maka akan memicu krisis energi dan ekonomi dunia.
Meskipun BBM tidak naik, karena BBM itu seharusnya turun, dari dispenser mesin Pertamina maupun Pertamini ke tangki bensin kita, kini muncul masalah baru, yaitu: kenaikan harga plastik.
Barang komoditi ini naik sekitar 30-80% imbas dari terganggunya pasokan bahan baku berupa nafta atau biji plastik dari Timur Tengah. Lho, bukankah nafta itu adalah kewajiban suami kepada istri?
Naiknya harga plastik tidak hanya Indonesia yang mengalami, tetapi juga berimbas ke negara lain seperti: Singapura, China, Korea Selatan, Thailand, dan Taiwan.
Jadi, kalau ada yang bilang bahwa oppa ganteng atau artis cantik Korea bisa seperti itu karena operasi plastik, maka bisa saja, ya, kenaikan harga plastik ini berpengaruh ke harga operasi mereka?
Kantong Plastik Berbayar: Bocor Halus Anggaran Rumah Tangga
Selama ini, kamu yang menjadi ibu rumah tangga, pasti merasakan ketika di minimarket modern seperti Indomaret, Alfamidi, maupun Alfamart, bahwa kantong plastiknya berbayar.Harganya pun bermacam-macam, ada yang 200 rupiah, 300 rupiah, bahkan bisa lebih daripada itu. Tergantung belanjaan kamu sendiri. Kalau kamu beli banyak, ya, berarti tidak sedikit. Ya, jelaslah.
Mungkin kamu sebagai ibu rumah tangga merasa, ah, tidak majalah, maksudnya tidak masalah kok, kantong plastik berbayar. Toh, cuma 200 atau 300 rupiah.
Namun, coba kamu hitung ulang dan berkali-kali. Kalau tidak percaya kalkulator HP kamu, coba pinjam kalkulator di HP iPhone tetanggamu. Harga kantong plastik berbayar bisa menjadi bocor halus dalam anggaran belanja kamu.
Kantong plastik berbayar dari minimarket mempunyai daya tahan yang tidak terlalu lama, sifatnya rapuh, seperti hati seorang gadis yang baru saja terkena patah hati. Kantong plastik tersebut mudah robek, mudah hancur, dan sulit disimpan lama. Pasti sudah hancur sebelum Dajjal muncul.
Jadi, kalau kamu berpikir bahwa tidak apa-apa membayar 200 atau 300 rupiah, ternyata sulit dipakai lagi untuk keperluan lainnya. Kalau dipikir-pikir, kamu akan merasa rugi dalam jangka panjang. Malah, jadi terasa mubazir, ya?
Selain itu, tentu saja kantong plastik berbayar nantinya akan menjadi sampah yang makin menumpuk. Kamu mungkin berpikir, ini 'kan sampah cuma sedikit, dari rumah kamu saja.
Akan tetapi, sedikit yang seperti itu akan menjadi banyak juga karena rumah lain berpikir sama seperti kamu. Pada akhirnya, sampah makin banyak dan ini menjadi isu lingkungan yang tidak bisa diremehkan.
Kantong plastik berbayar dari minimarket maupun yang kamu beli di pasar, biasanya berwarna merah atau hitam, menjadi sampah yang mendominasi tempat pembuangan akhir.
Kalau kantong plastik merah atau hitam itu lebih kuat daripada kantong plastik berbayar minimarket. Daya tahannya lebih lama dan sulit terurai oleh lingkungan.
Apakah kamu tidak berpikir untuk menggunakan alternatif kantong plastik saja? Apakah alternatifnya itu? Apakah pinjam kantong ajaib Doraemon? Tentu saja tidak bisa, sebab Doraemon setahu saya tidak pernah belanja di pasar.
Kamu bisa memakai tas belanja yang terbuat dari kain. Ini jelas lebih awet dan bisa dipakai lebih lama. Selain itu, karena sifatnya dapat dipakai lagi, tidak menimbulkan sampah baru. Tidak menumpuk sampah lagi di tempat sampah.
Pilihlah yang bahannya dari polyester. Bisa juga dari kain parasut karena terbukti kuat. Mampu menahan beban berat hingga 10-15 kg. Selain itu, mudah dicuci.
Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Lebih Cerdas
Selain menyangkut harga plastik yang makin naik, kesadaran merawat bumi ini memang perlu ditanamkan dalam-dalam ke benak anak-anak kita. Pada dasarnya, bumi ini adalah milik mereka juga nantinya. Kalau sekarang sudah rusak, akibat berbagai polusi, salah satu penyebabnya adalah kantong plastik, maka apa yang mau mereka nikmati nantinya?
Bumi makin panas, makin membuat gerah, ini sudah tanda-tanda bumi mengalami kerusakan. Memang harus dimulai dari diri sendiri dengan tidak lagi menggunakan kantong plastik, tetapi menggunakan kantong kain yang lebih awet sebagai pengganti kantong plastik.
Kamu juga bisa menggunakan tas belanja yang terbuat dari rotan, kalau masih ada. Dan, tidak perlu malu membawa tas yang bukan kantong plastik, apalagi di tas tersebut tidak ada logonya. Cukup pasang foto keluarga di tas kain atau rotan tersebut, niscaya tidak ada pencuri yang tertarik untuk mengambilnya.
Bila sudah terlanjur ada sampah plastik di rumah bagaimana? Untuk botol plastik, bisa dimanfaatkan ulang menjadi pot tanaman atau wadah bumbu dapur.
Besok-besok, ketika mau ke luar rumah untuk berbelanja, pastikan kantong belanja kain sudah terlipat di bawah jok motor. Selain kantong belanja kain, kamu juga dapat memakai tas jaring atau mesh bag.
Tas seperti itu sangat cocok untuk belanja buah dan sayur di minimarket hingga supermarket. Alasannya, udara tetap bisa masuk. Sayuran pun jadi tidak cepat busuk/layu dibandingkan jika pakai tas plastik.
Untuk wadah, pilihlah yang Solikin. Aduh, maksudnya, yang silikon (Silicon Food Pouch). Ini adalah pengganti plastik klip atau plastik kiloan yang sering dipakai untuk menyimpan daging/ikan di freezer. Jelas jauh lebih awet dan higienis.
Kalau sebelumnya kamu juga pakai plastic wrap, kamu dapat menggantinya dengan bee’s wax wrap. Ini adalah kain yang berlapis lilin lebah sebagai pengganti plastic wrap.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.