Menghentikan penggunaan plastik dan beralih gaya hidup hijau (Sumber: Canva)
Be-emers, ternyata konflik di Timur Tengah itu gak cuman berdampak ke sektor minyak dan gas, lho!
Mengutip berita Bisnis.com, konflik itu dapat membuat harga bahan baku plastik naik 50%, sehingga ikut berdampak bagi pelaku UMKM yang sebagian besar bergantung pada kemasan plastik, terutama para pelaku usaha di pelosok daerah.
Kenaikan ini juga ditandai karena kegiatan produksi terganggu akibat keterbatasan pasokan bahan baku sehingga mempengaruhi langsung terhadap perusahaan yang memproduksi plastik, hal ini juga berdampak pada tenaga kerja yang terpaksa dikenakan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tapi, justru hal ini membuat kita sadar bahwa tidak selamanya bergantung pada penggunaan plastik yang semakin merusak lingkungan hijau dan menjadi “bom waktu” untuk bumi.
Kurangi Plastik dengan Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Kira-kira apa yang harus dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik dan beralih pada gaya hidup ramah lingkungan?
1. Menggunakan Reusable Bag/Tas Daur Ulang
Meskipun penggunaan reusable bag sudah dimulai sejak 2020, tidak sedikit masyarakat yang masih menggunakan kantong plastik seperti di pasar-pasar tradisional karena harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan menyediakan reusable bag. Langkah sederhana seperti membawa tote bag saat belanja bisa sangat membantu mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Selain lebih awet, reusable bag juga lebih hemat dalam jangka waktu yang panjang.
2. Memilih Produk Tanpa Kemasan Sekali Pakai
Biasanya ketika kita berbelanja, sebagian besar produk yang ingin kita beli masih terbungkus dengan kemasan plastik, seperti plastik mika.Untuk selanjutnya, kita bisa mencoba untuk membiasakan memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan, seperti bungkus pisang atau bahkan tanpa kemasan plastik sama sekali.
Sebagai gantinya, kita bisa membawa kompartemen pribadi ketika berbelanja untuk mengurangi bungkusan plastik.
3. Membawa Perlengkapan Makan Pribadi
Tidak hanya kantong plastik saja, perlengkapan makan yang berbahan plastik juga dapat merusak lingkungan. Kebiasaan membawa botol minum, alat makan, dan sedotan stainless bisa jadi langkah kecil dengan dampak besar.Apalagi buat Be-emers yang sering membeli makanan take away, cara ini bisa efektif untuk mengurangi sampah plastik harian.
ALLMEIRA RAISSA HARTOMO
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.