5 Tips Efektif Mengatur dan Mengoptimalkan Dana Darurat Biar Tetap Aman dan Produktif

5 Tips Efektif Mengatur dan Mengoptimalkan Dana Darurat biar Tetap Aman dan Produktif. Sumber Gambar Adobe Express

5 Tips Efektif Mengatur dan Mengoptimalkan Dana Darurat biar Tetap Aman dan Produktif. Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, penulis itu ‘kenal’ yang namanya dana darurat. Tapi waktu itu belum pernah sekalipun serius mempersiapkannya. 
 
Jadilah waktu itu, penulis pernah gajinya ditahan selama tiga bulan, tidak bisa berkutik sama sekali. Dana darurat tidak ada, tabungan yang tidak seberapa jumlahnya sudah dibongkar semua, hingga koin yang paling receh, pinjam uang juga..duh, sulit kan ya?

Sulit lah pokoknya. Dan ya.....jadilah waktu itu penulis puasa (sepuasa-puasanya) selama tiga bulan.

Jadi Be-emers, dana darurat itu bukan informasi yang sedang tren, sedang nge-hits, bukan. Tetapi adalah tentang menyimpan uang dalam jumlah tertentu, dan dapat diambil dengan cepat. 

Sehingga ketika kita butuh, kita bisa mudah mengambilnya.
 

5 Tips Efektif Mengatur dan Mengoptimalkan Dana Darurat Biar Tetap Aman dan Produktif

Berikut adalah tips efektif mengatur dan mengoptimalkan dana darurat biar tetap aman dan produktif yang bisa kamu terapkan: 
 

1. Penuhi Dana Darurat Sesuai Kebutuhan Pokok

Hitung kebutuhan pokok Be-emers setiap bulan, kalikan ke jumlah bulan yang dibutuhkan.
 
Misalnya kebutuhan pokok x 12 bulan.
 
Untuk jumlah uang yang disimpan per bulan ini banyak versi. Tetapi biar mudah menghitungnya penulis menggunakan patokan berdasarkan kebutuhan pokok ya Be-emers.
 

2. Mudah Dicairkan

Jika jumlah uang yang berhasil dikumpulkan masih dalam jangka waktu 1-3 bulan, simpan uang tersebut di tempat yang mudah dicairkan.
 
Misalnya tabungan, dengan catatan rekeningnya harus dipisah dengan uang lain.
 
Artinya biar tidak tergoda untuk digunakan. Tetapi di saat yang bersamaan, juga jangan tergoda, untuk langsung menyimpan dana darurat tersebut ke instrumen investasi jangka menengah atau panjang. Misalnya emas atau saham.
 
Ini karena dalam jangka waktu pendek harga emas dan saham itu mengalami fluktuatif, atau naik turun setiap hari.

Jadi jika suatu saat (masih dalam waktu pendek) Be-emers butuh uang, dan terpaksa harus menjualnya, akan rugi jika saat itu harga emas atau saham sedang turun, bahkan jatuh. 
 
 

3. Simpan Secara “Berlapis”

Jika Be-emers sudah berhasil mengumpulkan secara penuh dana darurat tersebut, (penulis ucapkan selamat ya..), misalnya untuk jangka waktu 12 bulan maka dapat disimpan dengan metode berlapis sebagai berikut:
  1. Sepertiga untuk investasi jangka panjang. Misalnya saham, emas, atau tanah nih. Tanah? Iya, seperti di lingkungan penulis nih, kadang ada tanah (lahan) yang dijual dengan harga murah, karena penjualnya butuh, dan nanti pasti bisa dijual lagi dengan harga yang lebih pantas. Ini akan melindungi nilai mata uang kita.
  2. Sepertiga untuk semi investasi. Yang bagi hasilnya juga tidak terlalu tinggi tetapi tetap mudah dicairkan. Misalnya disimpan di: a) deposito yang jatuh tempo setiap bulan, b) Reksa dana pasar uang (RDPU), c) Surat Berharga Negara (SBN)
  3. Sepertiga disimpan di tabungan. Ini penting banget, harus menyisakan dana darurat untuk disimpan di tempat yang sangat mudah mencarinya. Misalnya tabungan biasa.
 

4. Kenali Daya Tahan Diri dan Tahan Dulu untuk Mengutangi

Yang perlu diperhatikan, kenali daya tahan Be-emers masing-masing ya. Misal nih, jika penulis masih mampu bertahan dalam jangka waktu satu bulan, tanpa pegang uang, maka penulis bisa simpan dana darurat tersebut di deposito yang jatuh temponya setiap bulan.
 
Selanjutnya yang juga penting, tahan untuk tidak menghutangi dulu ya Be-emers. Karena ketika dana darurat tersebut dibutuhkan, belum tentu yang berhutang bisa langsung membayar.
 
Dan inipun, benar-benar terjadi pada penulis.