Fashion Tidak Cuma Soal Gaya, Tapi Soal Hati: Mengintip Program Womenwear Peduli

Membangun kepedulian sosial oleh Womenwear Peduli, sumber gambar: editing pribadi

Membangun kepedulian sosial oleh Womenwear Peduli, sumber gambar: editing pribadi


Sebutan manusia sebagai makhluk sosial memang sudah kita kenal sejak masih bersekolah. Sebutan ini mengacu pada kebutuhan manusia akan bantuan dan pertolongan manusia yang lain. 

Tidak ada manusia yang sanggup hidup sendiri, bahkan yang mengaku jomblo sejati sekalipun. Dari sebuah makanan, katakanlah nasi kuning saja, selalu ada keterlibatan orang lain, meskipun sekarang harga nasi kuning mulai naik. Entah di tempat kamu per butirnya dihitung berapa? 

Nah, oleh karena selalu harus ada kehadiran orang lain, maka semua hal mestinya juga dikaitkan dengan orang lain. Dalam hal ini adalah dalam berbisnis.
 

Tahu Enggak Apa Itu Program CSR?

Kita mungkin pernah mendengar istilah CSR. Ini jelas bukan kepanjangan dari Cinta Sama Rangga, bukan film AADC. CSR yang tepat adalah Corporate Social Responsibility. Suatu bentuk tanggung jawab sosial dari sebuah perusahaan. 

Pada intinya, CSR adalah program berbagi. Bisa berbagi dengan membuat program-program pemberdayaan masyarakat sekitar, memberikan bantuan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan gratis, hingga nikah massal juga secara gratis. Wah, saya sudah menikah, nih, jadi pastinya tidak bisa ikutan! 

Program CSR memang menjadi program berbagi, tetapi yang namanya berbagi, pasti kembali kepada yang membagikan. CSR dapat dianggap juga bagian dari iklan atau kampanye, tetapi nilainya sosial kemanusiaan. 


Jika sering mengadakan program seperti itu, maka ingatan di masyarakat tentang suatu perusahaan akan lebih melekat. Anggapan bahwa usaha tersebut pelit, selalu orientasinya duit, dan acuh tak acuh terhadap masyarakat yang hidupnya sulit, akan hilang sedikit demi sedikit. 

Kalau mencontoh perusahaan besar, biasanya sudah punya yayasan sendiri. Bill Gates misalnya. Meskipun jadi orang kaya dari Microsoft, bahkan sempat masuk jajaran orang terkaya di dunia, tetapi hartanya juga banyak disumbangkan melalui yayasan. 

Mungkin di sini belum ada yang sekaya Bill Gates karena tahunya cuma bill hotel, tetapi semangat berbaginya bisa dicontohkan. Tentunya berbagi di sini dalam hal yang positif.

Soalnya ada pembagian yang hasilnya negatif. Sulit mengerjakan soal Matematika tentang pembagian, nilainya malah dapat merah. Itulah pembagian yang hasilnya negatif. 


Mengulas Kegiatan Womenwear Peduli

Ketika saya melihat Instagram dari Womenwear, sudah sangat banyak koleksinya yang terjual. Ada video-video tentang resi yang bertumpuk, menandakan memang banyak pesanan. 

Berarti, dapat disimpulkan bahwa brand dari Serang, Banten ini termasuk primadona dalam industri fashion busana muslimah. Sudah cukup banyak brand maupun merek, tetapi Womenwear mampu bertahan, bahkan bisa makin melesat. 

Buktinya, Womenwear juga menjalankan program-program sosialnya. Melalui Womenwear peduli, sudah banyak yang dilakukan. Contohnya: berbagi sembako untuk warga sekitar di bulan suci Ramadan. 

Selain itu, juga pernah dilakukan buka puasa bersama, bantuan kesehatan kepada warga yang sangat membutuhkan, bahkan sampai bedah rumah. 

Dari berbagai kegiatan tersebut, bisa terselip doa-doa kebaikan dari yang menerima bantuan. Doa-doa agar usaha Womenwear makin lancar, eksis, terus melaju, dan berperan aktif dalam industri fashion busana muslimah. 


Mencontoh Program Sosial Bagi Pelaku Industri Fashion

Fashion selalu terkait dengan dunia baju. Dan, sebagaimana kita tahu sejak pelajaran SD, bahwa baju ini kata lainnya adalah sandang. Termasuk kebutuhan pokok yang harus ada pada diri seorang manusia. 

Itulah yang membedakan manusia dengan hewan. Kalau hewan, mereka PD tidak pakai baju. Jadi, kalau ada manusia yang tidak suka menutup aurat, cenderung buka-bukaan, sepertinya bisa dikatakan manusia yang menyalahi kodrat. Ini bukan pelajaran Matematika, kalau yang itu namanya kuadrat. 

Bagi kamu sekarang yang berbisnis fashion juga, mungkin dimulai dari usaha fashion kecil-kecilan, berarti baju-baju boneka, ya, karena memang kecil, maka jangan lupakan kepedulian terhadap orang lain dari usaha kamu itu. 

Ada berbagai hal yang dapat menjadi simbol kepedulian usaha kamu. Kalau kamu berbisnis fashion, salah satunya bisa melakukan pemberdayaan penjahit lokal.

Ketika usaha kamu makin meningkat, maka kamu bisa mengajak perempuan atau ibu rumah tangga di lingkungan sekitar. Mengajaknya untuk menjadi mitra produksi. Kalau sudah begitu, harapannya dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga mereka.

Kepedulian lain terkait usaha fashion adalah donasi pakaian layak pakai. Ini cocoknya memang baju-baju perempuan karena memang perempuan yang lebih sering membeli baju. 

Bagaimana dengan kaum laki-laki? Masa jarang membeli baju? Yah, membeli baju juga sih, tetapi kalau masih ada sisa uang belanja baju dari istrinya. Itu biasanya dialami oleh satu atau dua orang suami, tiga, empat, lima, enam, dan seterusnya. 

Cara ketiga menumbuhkan kepedulian sosial dari bisnis fashion adalah workshop keterampilan gratis. Ini dapat berupa pelatihan menjahit, bisa juga dengan pelatihan merangkai busana bagi remaja putus sekolah. Tujuannya agar mereka memiliki skill untuk bekerja di tempat orang lain ataupun berwirausaha sendiri.

Ketika mereka sudah bisa menjahit, maka itu bisa membuatnya hidup lebih mandiri. Selain itu, juga bisa menjahit luka masa lalunya ketika dilanda kesusahan, kemiskinan, terputusnya pendidikan, maupun ketidakberdayaan. 

Kalau jomblo sendiri, menjahit luka masa lalunya karena putus cinta. Masih lebih baik putus arisan daripada putus cinta, ya 'kan? 

Cara keempat atau cara terakhir yang diungkapkan di artikel ini adalah mengadakan fashion show berkonsep amal. Jika kamu sudah punya banyak koleksi baju, kamu bisa bikin fashion show ini.

Yah, selain promosi langsung ke audiens, hasil penjualan tiket atau koleksi busana khusus akan didonasikan untuk isu sosial tertentu. Katakanlah, seperti pendidikan anak kurang mampu, bisa juga terkait kesehatan perempuan.