Memperingati Hari Bumi: 5 Cara Mudah Hemat Energi yang Bisa Diterapkan!

Memperingati Hari Bumi, 5 Cara Hemat Energi yang bisa Diterapkan oleh Keluarga dan UMKM, Bisa Hemat Hingga 30%. Sumber Gambar Adobe Express

Memperingati Hari Bumi, 5 Cara Hemat Energi yang bisa Diterapkan oleh Keluarga dan UMKM, Bisa Hemat Hingga 30%. Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, siapa yang mau mendapatkan tambahan penghasilan sebesar 30 persen dari hasil penghematan listrik untuk ditabung atau diinvestasikan? 
 
Semua orang mau!. Begitu pula bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mendapat tambahan penghasilan sebesar 30% itu, bukan hal yang mudah, tetapi kalau dalam bahasa Jawa, itu “ngos-ngosan”. Artinya butuh usaha ekstra keras. 
 
Ini karena, dikutip dari berbagai sumber, menyalakan AC pada suhu 24°C misalnya, bisa menghemat listrik hingga 24%, mencabut dan mematikan listrik bisa menghemat hingga 10%.
 

5 Cara Mudah Hemat Energi, Lakukan Hal Ini Ya!

Berikut adalah 5 cara mudah hemat energi yang bisa kamu lakukan. Hemat energi artinya kamu bisa hemat biaya lho!
 

1. Jelaskan Keuntungan Hemat Energi ke Semua Orang

Di dalam keluarga misalnya, jelaskan bahwa ketika kita bisa menghemat energi hingga 30% maka hasil hemat energi tersebut bisa dialokasikan ke dana tabungan atau pendidikan anak. 
 
Begitu pula bagi pelaku UMKM. Beri dari pemahaman bahwa penghematan energi hingga 30% misalnya, itu bukan hanya keuntungan bagi pemilik UMKM itu sendiri.

Lebih dari itu penghematan energi bisa menjamin keberlangsungan UMKM, yang itu berarti menjamin keberlangsungan para karyawan untuk tetap bekerja.
 

2. Bukan Dihukum dan Diberi Hadiah

Be-emers, menghukum keluarga atau karyawan karena lupa mencabut colokan oven setelah selesai mungkin akan membuat mereka patuh saat itu karena takut. Tetapi mungkin tidak akan melahirkan inisiatif.
 
Oleh karena itu, penting untuk menjadikan keluarga atau karyawan sebagai mitra mencari solusi.
 
Daripada menghukum, ajak mereka untuk melakukan perhitungan sederhana. “Coba kita hitung, kira-kira kita harus jual berapa banyak brownis agar keuntungannya sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk membayar listrik dari oven yang menyala tanpa isi ini, setiap saat?”
 
Begitu pula dengan reward. Ada kemungkinan mereka akan berhenti berprestasi jika reward dihentikan.
 
Alih-alih, dorong mereka untuk terus melakukan perbaikan diri. Sehingga muncul-muncul ide-ide yang brilian.
 
Bisa jadi suatu saat mereka memberi masukkan, “Bu, bagaimana kalau proses penyiapan bahan dilakukan di pagi, saat udara belum begitu panas. Sehingga kita tidak perlu menyalakan Air Conditioner (AC) terlalu rendah?”
 

3. Buat SOP Penghematan Energi

Alih-alih setiap saat setiap waktu kita harus mengingatkan seluruh anggota keluarga dan karyawan untuk menghemat energi akan lebih baik jika dibuatkan Standard Operating Procedure (SOP).
 
Bagi anggota keluarga misalnya:
  1. Hanya menyalakan pendingin udara, atau AC pada kisaran suhu 23 - 25° C.
  2. Wajib mencabut kabel charger setelah menggunakan 
Bagi UMKM misalnya, bisa dilakukan dengan memasukkan aturan-aturan penghematan energi ke semua proses produksi, dilakukan pelatihan sejak awal rekrutmen, dan diberi kertas centang yang mewajibkan karyawan mencentang kertas tersebut. Misalnya SOP menggunakan oven: 
  1. Lakukan pre-heat oven maksimal 15 menit sebelum digunakan 
  2. Lakukan pemanggangan saat adonan sudah siap dipanggang sebanyak 4-6 loyang.. 
  3. Matikan oven 5 menit sebelum proses selesai memanggang 
  4. Cabut kabel setelah memanggang
  5. Bersihkan oven setelah digunakan.