Ilustrasi memperingati hari buruh (Foto oleh Sydney Sang/Pexels.com)
Dengan terpenuhnya hak-hak itu, para pekerja atau buruh akan bekerja lebih baik.
Sejarah Hari Buruh dan Libur Nasional
Gerakan buruh saat May Day berawal dari abad ke-19 di Amerika Serikat, di mana para buruh menuntut hak-hak pekerja, salah satunya menuntut jam kerja menjadi maksimal delapan jam per hari.
Sebelum momentum Haymarket Chicago, organisasi buruh terbesar di Amerika (Knights of Labour) mendukung gerakan para pekerja untuk mogok dan berdemonstrasi. Kemudian, barulah terjadi kerusuhan di Haymarket Chicago.
Akibatnya, tujuh petugas polisi tewas dan 60 lainnya terluka, kemudian empat hingga delapan korban sipil diperkirakan tewas dan 30-40 orang terluka.
Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejak 1 Mei 2013 hari Buruh Internasional dijadikan hari libur nasional. Kegiatan May Day ini mencoba untuk melindungi kepentingan Buruh BPJS Ketenagakerjaan.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.