Tren Main Padel: Murni Kesehatan atau Gaya Hidup Mahal?

Tren main padel [Freepik]

Tren main padel [Freepik]


Rin, hayuk main padel. Keren loh, sehat bisa tambah teman pula. Syukur dapat jodoh.

Masih teringat jelas ajakan salah satu teman saya yang notabene enggak terlalu dekat. Ajakan yang langsung saya tolak. Alasannya? Saya ingin literally olahraga, bukan ikutan trend yang bisa saja berhenti di tengah jalan.

Makin ke sini, padel memang lagi naik daun. Orang dekat saya rela menggelontorkan jutaan hanya demi sebuah raket. Sebenarnya enggak salah juga, toh ini jenis olahraga yang akan berdampak pada kesehatan tubuh. Itupun kalau konsisten.


Mindset yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Join Padel

Puluhan feed + story Instagram bertaburan di medsos saya memperlihatkan betapa fun menggoyangkan raket di lapangan padel. Kalori dan keringat setelah makan siang nasi padang seketika hilang.

Kamu bisa jadi salah satu yang ingin bergabung. Tapi, apa iya padel ini 'kamu banget'?


1. Lifestyle/Commitment?

Tak hanya padel sebenarnya, olahraga apapun itu bisa bertransformasi menjadi gaya hidup. Sebelum memutuskan mau gabung, coba tanyakan pada diri kamu: kamu mau menjadikan padel gaya hidup atau komitmen sehat?

Padel sebagai gaya hidup: kamu ingin fun saja, sekadar menambah networking. Kalau ingin menjadikan komitmen, kamu pasti punya target dan progres yang harus dicapai. Kalau bisa menang kompetisi yang hadiahnya bakal balik modal.


2. Sepadan dengan Pengeluaran

Memutuskan gabung, biaya main padel udah bukan urusan transportasi ke tempat main.  Komponen biaya yang harus dipikirkan:
  • Sewa lapangan (bisa mahal per jam, apalagi peak hour)
  • Raket, bisa jutaan bahkan yang model standar
  • Bola
  • Outfit dan sepatu khusus
  • Coaching (kalau mau improve cepat)
  • Membership



3. Siap dengan Networking Hidden Cost

Awalnya kelihatannya murah dan asyik, tapi patut diingat padel juga memiliki aspek sosial. Padel sering disebut the new golf karena kuat di sisi sosial.

Di sini kamu akan dapat circle baru, bahkan bisa menjalin relasi profesional kalau pandai membaca peluang. Tapi hati-hati karena ada potensi toxic competitiveness bahkan eksklusivitas klub tertentu. Belum lagi semakin populer kamu, semakin banyak ajakan yang pasti membutuhkan biaya tambahan.


4. Konsistensi Waktu

Dua kali main, kamu sudah mantap akan menjadikan si padel ini ajang serius. Namun, padel bukanlah gym yang bisa jago sendiri. Kelihatannya gampang ya "tinggal pukul doang", sejatinya permainan ini butuh teknik.

Dibutuhkan partner lapangan yang cocok, jadwal sesuai yang seringnya kudu booking lapangan dari jauh hari. Kalau poin ini belum bisa stabil, skill tentu bakal jalan di tempat dan lama kelamaan kamu akan kehilangan motivasi.


5. Murni Sehat atau Mau Bikin Image?

Balik lagi ke judul, kamu gabung lapangan padel tujuannya apa: murni ingin tubuh bugar? Atau kelihatan populer? Dari pengamatan saya menyaksikan orang dekat, tujuannya memang bergaam.

Ada yang berhasil menurunkan berat badan, ada juga yang pengin merintis status sosial. Tak sedikit juga yang nggak enak sama atasan karena terlanjur diajak. Pastikan kamu nggak menyesal memilih olahraga ini.