Car Free Day (Sumber: Freepik)
Bagi saya, Minggu pagi biasanya identik dengan dua pilihan yaitu lanjut tidur atau keluar rumah.
Beberapa tahun lalu, saya termasuk orang yang memilih tidur lebih lama. Olahraga terasa seperti aktivitas yang membutuhkan niat besar.
Harus punya waktu khusus, pakaian olahraga, motivasi, bahkan kadang harus melawan rasa malas sejak bangun pagi.
Sampai akhirnya saya ikut Car Free Day untuk pertama kalinya.
Awalnya bukan untuk olahraga. Saya hanya ikut teman yang ingin jalan pagi sambil cari sarapan tempe mendoan di GBK.
Tapi suasana pagi itu terasa berbeda. Jalanan yang biasanya penuh kendaraan tiba-tiba berubah menjadi ruang terbuka yang dipenuhi orang berjalan kaki, jogging, bersepeda, bermain bersama anak, bahkan sekadar duduk menikmati udara pagi.
Ada sesuatu yang terasa ringan di sana. Tidak ada tekanan untuk menjadi atlet. Tidak ada tuntutan harus lari lima kilometer atau membakar sekian kalori.
Orang-orang datang dengan versi paling santai dari olahraga. Dan mungkin justru itu yang membuat CFD menarik.
Banyak orang sebenarnya bukan tidak ingin olahraga.
Mereka hanya merasa olahraga terlalu berat untuk dimulai. Ketika aktivitas fisik terasa seperti kewajiban besar, otak cenderung mencari alasan untuk menundanya.
CFD Menjadi Pengalaman Sosial
Orang datang karena banyak alasan, mulai dari ingin sarapan, bertemu teman, membawa anak jalan-jalan, melihat keramaian, bersepeda santai, atau sekadar keluar rumah.Tapi tanpa sadar, mereka tetap bergerak.
Ada yang awalnya hanya berniat duduk-duduk, akhirnya berjalan beberapa kilometer karena suasana jalan terasa nyaman.
Ada yang tadinya malu jogging di lingkungan rumah, justru merasa lebih percaya diri karena melihat ribuan orang melakukan hal yang sama.
Di situ saya mulai sadar bahwa olahraga kadang bukan soal disiplin dulu, tapi soal lingkungan yang mendukung.
CFD menciptakan ruang di mana aktivitas fisik terasa normal dan menyenangkan.
Ketika jalan raya sekitar GBK bebas kendaraan, kota terasa lebih manusiawi. Orang bisa berjalan tanpa takut kendaraan melaju cepat. Anak-anak bisa berlari bebas.
Lansia merasa lebih aman berjalan kaki. Bahkan orang yang biasanya jarang keluar rumah jadi terdorong ikut bergerak karena melihat energi positif dari keramaian itu.
Ria Theresia Situmorang
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.