Bisnis Muda: Awalnya Iseng Baca Artikel, Sekarang Malah Sibuk Cari Judul

Komunitas Menulis Bisnis Muda, Sumber Gambar: Editing Pribadi

Komunitas Menulis Bisnis Muda, Sumber Gambar: Editing Pribadi


Berkenalan dengan Bisnis Muda ini memang secara tidak sengaja. Awalnya saya memang tidak tahu ada media tempat menulis yang fokus dengan bisnis dan gaya hidup anak muda ini. 

Waktu itu, bukan pas zaman penjajahan Belanda maupun Jepang, saya masuk ke dalam sebuah kelompok blogger yang diminta untuk menulis review tentang sebuah produk telekomunikasi. 

Produk tersebut terkenal dengan jaringan WiFi-nya, meskipun saya tidak pakai di rumah. Saya pakai WiFi lain dan di rumah juga ada WiFe saya. Yang pertama itu pendiam, yang satunya, hem, jangan diteruskan, deh! 

Seorang blogger terkenal yang mengajak saya gabung memberikan tema-tema tertentu dan harus diposting di tanggal-tanggal tertentu juga. Kadang lewat blog pribadi, kadang juga melalui media lain atau media umum. 

Dan, saya direkomendasikan lewat Bisnismuda.id ini. Membaca sekilas websitenya, ternyata, eh, banyak tulisannya juga! Kalau disuruh hitung hurufnya semua, waduh, mending suruh tetangga saya saja, deh. 


Saya bikin akun di Bisnis Muda. Bikin username dan password. Tentunya, passwordnya tidak akan saya beritahukan kepada siapapun, termasuk kepada para presiden di Benua Afrika sana. Soalnya 'kan kalau ke sana pastilah panas amat terik. 

Menunggu dalam beberapa hari, saya khawatir tidak dimuat. Jangan sampai tulisan saya ini tertolak. Saya ini jelas bukan peluru, jadi jangan sampai tertolak. Kalau peluru ditolak, itu jelas termasuk jenis olahraga atletik. 

Ada target waktu dari blogger yang mengajak saya tersebut. Kalau sudah ada link artikelnya, lapor ke dia. Penantian saya pun berbuah manis.

Alhamdulilah, tulisan saya dimuat pertama kali di Bisnis Muda tanggal 6 Maret 2023. Judulnya "Bikin Betah di Kantor, Bekerja Sambil Bisnis Ternyata Cukup Manis". 


Mulai dari Sekadar Lihat-lihat

Saya yakin banyak yang awalnya lihat-lihat, baca-baca tulisan yang ada di Bisnis Muda. Mereka termasuk silent reader, meskipun mungkin HP-nya sering juga dalam mode silent dan getar. Kalau getaran HP dari istri, rasanya ada yang bergetar lebih dahsyat, deh. Bagi yang sudah menikah, pasti tahu, lah. 

Dari yang tidak langsung aktif semacam itu, cuma jadi pembaca, cuma scroll-scroll artikel, kok muncul semacam perasaan iri dan bukan anan, ya? Ini sudah ada nama-nama penulis yang tertampang. Wah, bisa terkenal juga, nih! 

Mulai muncul semacam pemikiran, ide, maupun keinginan, kayaknya saya bisa seperti itu, deh! Sepertinya saya juga bisa menulis, deh. Saya juga suka sayur lo, deh! 

Terlebih, yang membuat termotivasi untuk menulis di Bisnis Muda selain pembacanya yang banyak dan cukup loyal, selalu ada Writing Challengenya. Menulis selama kurang lebih 30 hari dengan tema-tema tertentu. 

Ini yang mendatangkan dua keuntungan. Kita tidak perlu bingung ide menulis apa untuk hari itu dan kalau kita sudah sering menulis sesuai tema, bisa dapat poin-poin. Nantinya, poin-poin tersebut bisa ditukar dengan merchandise yang menarik dan khas dari Bisnis Muda. 

Jika di akhir periode Writing Challenge mendapatkan poin yang cukup tinggi, yaitu: dari view, jumlah artikel sesuai syarat, dan penilaian juri, maka bisa jadi juara. Biasanya ada juara 1-5. Hadiahnya? Cukup menarik dari pihak sponsor di bulan itu. 

Pihak sponsor yang juga sering menjadi objek tulisan memang menjadi simbiosis mutualisme. Masih ingat 'kan pelajaran Biologi yang satu ini? Guru Biologi SMP saya bernama Pak Harsono. Cukup kasih tahu saja, sih, siapa tahu kamu tidak mau tahu juga.


Sudah Genap 6 Tahun Usia Bisnis Muda

Sesuai yang tercantum di website Bisnis Muda, bahwa pada tanggal 19 Mei adalah hari tanggal lahir Bisnis Muda. Sekarang di tahun 2026 ini sudah berusia 6 tahun. Kalau dilihat dari usia manusia, 6 tahun berarti biasanya sudah masuk SD. Biasanya sudah bisa membaca dan menulis. 

Nah, inilah makna dari kehadiran Bisnis Muda. Membaca dan menulis adalah dua kemampuan dasar manusia, makanya difokuskan pada pendidikan dasar. 

Namun, ketika makin dewasa, justru kemampuan membaca dan menulis tersebut jadi cukup lenyap. Sebagian besar orang sudah tidak mau lagi membaca, apalagi membaca buku-buku bermutu. 

Yang sering dibaca justru buku tabungan yang bikin sad ending. Isinya sering kurang, bahkan kosong. Buku lainnya yang sering dibaca adalah buku nikah. 

Tadinya happy, saat mengenang masa lalu, tetapi sekarang mungkin juga sad ending. Penyebabnya, gara-gara buku tabungan itu tadi. Menular pula ke buku nikah. Eh! 

Bisnis Muda dengan usia 6 tahunnya, menyasar dua kemampuan dasar manusia tersebut. Ya, membaca, ya, menulis, ya, ya, ya. Membaca yang tidak sekadar membaca, karena yang dibaca di sini adalah artikel, bukan tulisan pendek atau remah-remah semata. 

Media ini memang tidak menerima cerpen. Kalau yang itu, sudah banyak pula media lain. Tulisan artikel adalah simbol dari intelektualitas seseorang juga. Berpijak dari fakta, diramu dengan data, lalu dituangkan dalam rangkaian kata. 

Saat pengunjung baru Bisnis Muda membaca artikel-artikel yang berkaitan dengan dunia usaha, Bisnis Muda juga menerima artikel lain seperti olahraga. Hal itu terlihat dalam Writing Challenge bulan Mei ini. Tambah terbuka lagi deh peluang untuk dimuat bagi kamu yang suka dunia olahraga. 

Apalagi ternyata untuk dimuat pun cukup mudah. Asal tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah umum penulisan, pasti dimuat, kok! Dan, ini jelas menjadi personal branding tersendiri. Membangun branding sebagai penulis dimulai dari sini.