Ikat Pinggang Kencang, Tabungan Tetap Jalan: Belajar Menabung saat Harga Naik

Menabung/Pexels.com

Menabung/Pexels.com

Tidak dipungkiri keuangan seseorang setiap bulan pasti mengalami naik dan turun. Kadang dalam sebulan seseorang bisa menyisihkan uang tabungan sebesar lima ratus ribu. Malah seringnya di bawah itu. Ya, mau apalagi, perekonomian negara kita bahkan perekonomian dunia sedang tidak sehat. Kini kita merasakan imbasnya.
 
Jika kamu masih bisa menyisihkan berapa ratus ribu dalam tabungan bulananmu, maka kamu termasuk orang yang luar biasa. Hemat dan berhemat seharusnya bisa menjadi prinsip yang dapat dilakukan pada saat seperti ini. Kebutuhan apa pun memang ingin terpenuhi, tetapi nyatanya tidak semua bisa terpenuhi.
 
Kita mungkin sering kesal bahkan marah dengan pemerintah karena harga sembako yang tidak turun-turun malah harga bahan bakar pun ikut melonjak pesat. Para demonstran meneriakkan aspirasinya di jalanan bahkan melakukan atraksi jahit bibir agar didengarkan oleh pemerintah. 
 
Negeri ini memang sedang diuji, tetapi bukan negeri ini saja. Seluruh dunia juga merasakan ujian yang sama bahkan lebih sulit lagi. Meskipun kondisi keuangan yang katanya memprihatikan, kita masih saja rutin berbelanja online. Ya, kalau yang dibeli itu adalah kebutuhan primer, itu tidak masalah. Namun, yang terjadi adalah belanja pakaian hampir setiap minggu. Eh, mau mengeluh ekonomi ambruk, nyatanya dia terus berbelanja.
 

Menabung untuk Kebutuhan Masa Depan

Beberapa bulan ini saya sudah meniatkan diri untuk menabung. Sejumlah uang langsung saya setorkan ke tabungan haji. Uang yang sudah ada di dalam tabungan itu tidak bisa diambil sesukanya. Jadi, uang itu akan tetap aman sampai waktu pemberangkatan haji tiba. Ketika sudah diniatkan untuk menabung haji, saya yakin niat itu saja sudah tercatat oleh Allah dan Dia yang akan memberikan jalan keluarnya.
 
Selain itu, ada sedikit uang yang saya sisihkan di luar kebutuhan haji. Itu pun dengan keinginan kuat agar keluarga tetap terjaga. Memang tidak banyak, tetapi saya bersyukur dan senang melakukannya. Tanpa ada paksaan dan nominal tertentu, saya tetap melakukannya walaupun jumlahnya tidak banyak.