Cara mengolah makanan juga mulai lebih diperhatikan. Kalau ada pilihan, biasanya lebih suka olahan yang dipanggang, dibuat sup, atau ditumis ringan dibanding yang terlalu banyak minyak atau digoreng berulang kali.
Bukan karena tidak suka makanan bersantan atau gorengan, tapi karena tubuh sekarang terasa lebih “jujur” ketika makan terlalu berlebihan.
Dan ternyata, menikmati makanan secukupnya justru membuat rasa syukurnya lebih terasa.
Karena pada akhirnya, Iduladha bukan tentang siapa yang makan paling banyak atau paling mewah.
Tetapi tentang bagaimana momen berbagi itu bisa membuat orang-orang merasa lebih dekat satu sama lain.
Dari semangkuk gulai kiriman tetangga, seporsi sate dari keluarga, sampai makanan kecil yang datang tanpa diminta, semuanya seperti menjadi pengingat bahwa perhatian kadang hadir lewat cara-cara sederhana.
Dan mungkin itu yang membuat suasana Iduladha selalu terasa hangat setiap tahunnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Ria Theresia Situmorang
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.